Menjelang Akhir Kepengurusan


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS al-Anfal [8]: 27).

Pergantian kepengurusan dalam sebuah organisasi adalah suatu keniscayaan sekaligus menjadi bukti bahwa denyut organisasi masih berdetak. Adalah merupakan sunatullah, jika silih berganti aktivis datang dan pergi mengisi pos-pos struktural kelembagaan untuk berkontribusi dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, karena di sanalah ia ditempa untuk mempersembahkan totalitas perjuangan dan pengorbanannya demi tercapinya visi dan misi lembaga.

Perjalanan mengemban amanah ini tak selamanya mulus. Ada onak, duri, serta berbagai rintangan yang menghalangi. Karena itulah, seorang aktivis diharapkan bisa menjadi sebuah pisau belati yang selalu terasah tajam, yang memiliki semangat pengabdian, perjuangan, serta pengorbanan secara maksimal dalam setiap bidang kelembagaan tempat ia beramanah

Jika ada pengurus baru yang menggantikan pengurus lama, ini berarti bahwa mereka tengah mendapat kepercayaan total untuk mengemban amanah agar ditunaikan dengan penuh totalitas, profesionalitas, dan dedikasi. Pengurus lama yang lengser dari jabatan strukturalnya, bukan berarti kehilangan amanahnya, meskipun secara formal memang Ya. Pasca kepengurusan, diharapkan mereka tetap menggafiliasikan idealisme dan pemikirannya untuk keberlangsungan dakwah. Jadi, tidak terbatas pada struktur kelembagaan semata.

Kita memikul amanah dari orangtua kita untuk mengoptimalkan potensi fikriyah kita dalam konteks akademis, yakni kuliah. Di sisi lain, kita ingin menembangkan soft-skills kita dengan berorganisasi, yang dengan otomatis membuat kita ‘beramanah’. Dalam konteks ini kita dituntut untuk bisa menyeimbangkan keduanya sesuai proporsi dan porsi yang tepat.

Ironisnya, terkadang sikap kekanakkan kita muncul, banyak mengeluh karena amanah yang begitu banyak dengan waktu yang begitu terbatas. Juga rasa lelah yang mencekik dan membuat sesak di dada.

Seringnya, hal ini menjadi alasan dan dalih kita untuk mengesampingkan kedua amanah yang dipercayakan pada kita. Menjadikan kesibukan berorganisasi sebagai alasan ketika mendapat IPK rendah, atau malah sebaliknya, menjadikan akademis sebagai dalih untuk melalaikan tugas kelembagaan.

Allah tidak akan membebankan pada seseorang suatu ujian yang diluar kesanggupannya. Jika kita bisa melakukan hal yang nilainya (misal saja) A, namun yang kita dapatkan adalah B. Maka, adalah suatu yang lumrah ketika dipertanyakan, “ apa jeda yang memisahkan antara A dan B?”

Kita adalah sopir. Apakah kita mampu membuat kendaraan kita mempercepat laju menuju tujuan, atau malah sebaliknya. Kembali pada kita, inti dari pergerakan ini. Seberapa kita mengenal kendaraan kita, mampukah mengoperasikannya dengan baik, dan apakah kita tahu apa yang mesti dilakukan manakala chaos terjadi padanya. Ya memang benar. Kembali pada kita, sang pengendara.

Di sinilah saatnya kita merefleksikan diri. Benarkah Allah sebagai tujuan? Jika demikian, sesulit apapun medan, takkan jadi penghalang. Sungguhkah ikhlas sebagai landasan perjuangan? Bila begitu, tiada pantas keluhan demi keluhan terlontarkan. Da’wah memang indah, Kawan. Ia mempesona kita bukan dengan fasilitas yang ditawarkan namun justru oleh tantangan yang memayahkan. Tapi Allah Mahaadil. Ia sediakan jiwa-jiwa penghangat perjuangan, Ia Berikan tangan-tangan yang kan raih kita saat hendak terjatuh. Ia sediakan saudara seiman, dan itulah yang buat manisnya perjuangan.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s