Untukmu : Al


 

Oleh : Alikta Hasnah Safitri

 

Sendiri

Sukmaku bergelut derak sorai pementas bambu jalanan

Menggenjot kerapuhan delegasi angka

Mengayuh sampai rantai pun puuaannasss mengoyak putaran roda

Menuju haribaan tak terbatas

Tuk batasi jiwa-jiwa yang bebas

 

Lalu, kulihat segerombol sampah peradaban berbaris rapi

Berseragam necis, berbusana rapi

Menggaungkan gema kemerdekaan yang lapuk oleh usia

 

Cihh!

Haruskah barisan yang sejatinya pemuda itu membawa penghakiman atas kehidupan yang hakiki?

Gema apa yang mereka teriakkan dengan lantang?

Kekuatan? Kekuasaan? Arogansi? Posisi? Tirani?

Bah! Selaksa lagi

 

Kutinggalkan sampah-sampah itu dan kudapati diriku berlamun sepi di sini

Di bawah kubah angkasa merah saga

Jagad megah di bawah temaram surya

 

Lorong kanan-kiriku menggetarkan desis  lirih keputusasaan

dukaku kugores keras-keras

Hingga puaaannnasss

Tergerus kegetiran yang sama

 

Adalah barisan itu kini hanya pantas disayati

Terkatung tanpa gerak

Terkungkung kerling serangan

Tertunduk mengaduh!

 

Cihh!

Sumpah serapah yang tertahan pun terlontar

Makian pun jadi pupuk bagiku

Melenakan dan menentramkan

Seindah mematri cita dalam benak

 

Sukses sampah-sampah itu memijarkan bara asa dalam jiwaku

Meniupnya hingga membara

Lalu, kubakar berbekal tekad luarrrr biasaaa

 

Lalu, kutitahkan padamu Al

Hei, jangan tunduk!

Tengadah, dan bangkitlah melawan!

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s