Dua Sebab


Hatiku meronta-ronta kalau sedang berbicara di muka umum.
Sebabnya salah satu dari dua atau dua-duanya. Pertama, pembicaraanku
tidak lancar, tidak ada touch dengan pendengarpendengar,
sementara aku mengerti bahwa touch betul-betul
tidak ada. Mulutku melantur-lantur bebas, berbicara menurut
pendapatku sendiri, karena patuh pada aturan-aturan organisasi.
Di sinilah aku kehilangan semangat intelektual.
Tragis.

Ahmad Wahib, 8 Maret 1969

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s