Mengapa Seni?


Aku suka seni karena seni adalah satu-satunya ciptaan Tuhan yang mati tapi memiliki perasaan

Seni menjangkau kebenaran mendasar, universal, dan menyeluruh. Empiris. Kebenaran pengalaman intuitif dan perasaan manusia yang bersifat subjektif ini hanya dapat dihayati dan dirasakan. Dalam penghayatan yang ia lakukan itulah manusia menyentuh suatu kebenaran yang tak kuasa ia jelaskan. Kualitas perasaan ini-jujur saja, belum pernah bisa aku rasakan selama hampir 19 tahun perjalanan hidupku, atau aku saja yang tidak sadar? Ah, barangkali begitu.

 

Aku suka seni karena ia tak pernah bohong

Seniman itu tumbuh dalam keunikan dan keasliannya sendiri, dan itu tidak bisa diajarkan, tetapi harus dicari sendiri. Sehingga ia tak pernah bohong. Seni itu individualis, unik, jujur, dan otentik.

 

Seni memiliki harmoni dengan memberikan ruang dominan pada feel tertentu

Komunikasi seni bukanlah komunikasi biasa seperti penyampaian informasi, komunikasi seni itu lebih berkualitas, baik perasaan maupun mediumnya

 

Seni itu butuh skill dan teknik. Dan skill dan teknik terpenting bagiku adalah menyampaikan ekspresi dalam karya dan membalutnya dengan keindahan.

Maka wajarlah jika beberapa orang akan tahan menghabiskan waktu berjam-jam menikmati suatu karya seni. Bisa jadi ia sedang mencari makna-makna

 

Yang teramat dalam

Dan tak bisa kita mengerti.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s