Interpretasi


Khilafah Melindungi dan Menyejahterakan Remaja adalah tema dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD HTI Kota Surakarta Ahad, 16 Desember 2012 di Gedung YPAC Surakarta untuk para pelajar dan mahasisa se-solo raya. Acara yang dikemas dalam bentuk seminar ini secara pasti menyedot habis emosi saya untuk terus bergetar meneriakkan dengan lantang seruan ALLAHUAKBAR!!!

Dimulai dengan paparan dari orator pertama mengenai Derita Remaja dan Kapitalisme, yang menyinggung mengenai kondisi remaja di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dalam menghadapi berbagai problematika akibat krisis multidimensi yang terus menghinggapi bangsa. Kapitalisme dinilai telah menyebabkan degradasi moral yang luar biasa di kalangan pemuda dengan mengatasnamakan : kebebasan perilaku, ekspresi jiwa, dan mengukuhkan eksistensi diri. Sehingga, sadar tidak sadar kini remaja telah dieksploitasi dalam segala sisi kehidupannya. Akibatnya, lahirlah generasi yang lemah secara pemikiran, rusak kepribadiannya, dan mengalami split personality (galau).

Yang saya garisbawahi dengan mantap dari yang dipaparkan oleh orator pertama adalah mengenai model pendidikan di Indonesia yang sarat dengan Sekulerisme. Diantaranya adalah pemisahan agama dari kehidupan akademis sekolah dan lebih fokusnya pendidikan untuk menghasilkan tenaga kerja yang serba ‘terbatas’ dengan upah yang jauh dati kelayakan.

Untuk bisa menikmati pendidikan yang berkualitas, remaja harus menguras kantong orang tua dengan biaya pendidikan yang luar biasa mahal, sedang yang tidak mampu hanya bisa berharap dari serpihan bantuan yang disebut dengan BEASISWA, setelah memenuhi syarat yang sangat menyulitkan dan merendahkan : menyatakan berasal dari KELUARGA MISKIN.

Memang, saya pun merindukan hal yang sama. Dimana para pemuda dan remaja Islam bangkit dan maju dengan ketinggian syakhsiyah dan tsaqofahnya. Sebab, remaja/ pemuda-red adalah garda terdepan untuk mengembalikan Islam secara kaffah.

Bagaimana caranya?

Tentu, antum/na yang sedang membaca tulisan ini akan bisa menebaknya dengan segara. Ya, Terwujudnya model Negara yang menerapkan Islam sebagai minhajul hayyah, Khilafah Islamiyah.

Konsep ini lahir dari interpretasi terhadap Shiroh Nabawiyah, dimana Rasulullah dalam perjuangannya menegakkan Islam membentuk kelompok politik (kutlah siyasi). Kutlah siyasi adalah kelompok atau partai politik yang berjuang di tengah-tengah umat untuk mewujudkan syariat Allah swt di muka bumi yang dimulai dengan melakukan pembinaan intensif (haqlah murazakkazah) dalam rangka mewujudkan kader yang bersyakhsiyah Islamiyah dengan tsaqofah yang memadai. Tahap berikutnya adalah dengan melakukan pembinaan umat (tatsqif jama’i) secara luas guna terbentuknya kesadaran umum masyarakat (al wa’yu al amy) yang benar tentang Islam sehingga memunculkan kebutuhan dan terlibat aktif memperjuangkan tegaknya khillafah. Yang ketiga adalah dengan melalui pembesaran tubuh jamaah (tanmiyatu jizmi) agar kegiatan pengkaderan dan pembinaan umum dapat dilakukan dengan lebih intensif hingga terbentuklah kekuatan politik (al quwwatu al siyasiya). Kekuatan politik adalah kekuatan umat yang memiliki kesadaran politik islam. Yakni kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat dan bernegara harus diatur dengan syariat Islam sehingga massa umat dalam jumlah besar tersebut akan menuntut perubahan ke arah Islam. Didukung oleh al quwwah (polisi, militer, dsb) yang mendukung perjuangan syariat dan khilafah maka sungguh kekuatan politik ini tak akan terbendung.

Khilafah adalah sebuah model daulah yang melindungi dan menyejahterakan. Sebab dalam khilafah islamiyah Negara bertanggungjawab terhadap urusan seluruh rakyatnya dengan menerapkan seluruh hukum Islam dan menyampaikan Islam ke seluruh muka bumi. Bahkan, daulah islamiyah pun memiliki system kebijakan strategis dan menyeluruh.

Bahwa khilafah adalah satu-satuya solusi guna meluruskan tatanan jahiliyah menuju kebenaran Islam yang abadi. Karena sesungguhnya tidak akan pernah mungkin kebaikan dan kejahiliyahan akan dapat hidup berdampingan. Meskipun, beberapa orang menganggap bahwa sejatinya pertempuran antara kebaikan dan kebathilan musykil terjadi hingga satu diantara dua sebab ini terjadi : orang yang mempertempurkan itu dalam hatinya mati, atau dunia ini kiamat.

Dalam bukunya, Ma’alim Fi Ath-Thariq -Petunjuk Jalan Yang Menggetarkan Iman, Sayyid Qutbh menjelaskan bahwa konsepsi Islam bersifat teoritis sekaligus realistis. Konsepsi Islam bukanlah teori yang lepas dari realitas, akan tetapi tercermin dalam realitas yang dinamis. Kita tidak akan mampu menegakkan konsepsi Islam dan juga mencapai kehidupan Islami, kecuali dengan cara menempuh manhaj pemikiran yang Islami.

Sudah pasti, Islam datang untuk mengembalikan manusia juga alam semesta yang melingkupi manusia kepada kedaulatan Allah-Rabb semesta alam. Upaya untuk menghancurkan kejahiliyahan dan mengembalikan kedaulatan kepada Allah semata tidaklah akan bisa dilaksanakan tanpa menggunakan hukum Allah.

Sungguh, kedaulatan Allah sungguhlah hanya akan bisa ditegakkan apabila syariat Allah menjadi pemerintahnya, dan sumber ketentuanya ada di tangan Allah sesuai dengan aturan yang jelas yang telah ditetapkan-Nya. Sungguh, siapapun yang mengaku dirinya mempunyai otoritas menetapkan undang-undang bagi manusia, berarti ia telah mengklaim ketuhanan dirinya secara implisit maupun eksplisit, entah ia mengklaim itu dengan ucapan ataupun tanpa ucapan.

Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Konsekuensinya, Islam tidak boleh berhenti pada batas-batas geografis, tidak pula mengisolasi diri dalam sekat-sekat etnis. Maka, adalah hal yang menjadi suatu keniscayaan bahwa Islam mulai mengambil inisaiatif gerakan pembaharu guna menegakkan kalimatullah di muka bumi ini. Individu-individu yang hatinya telah murni terhadap penghambaan kepada Allah dan steril dari penghambaan selain kepada Allah, semestinyalah bersatu dan bergabung dalam sebuah komunitas Islam.

Hanya ada satu macam negara yang bisa menopang pemerintahan yang Islami, yaitu negara Islam (Darul Islam). Tatkala aqidah sudah berlainan maka terurailah satu ikatan kerabat dan terbagilah yang satu, karena yang menjadi kata kunci dari terbentuknya Darul Islam/ Khilafah Islamiyah adalah ikatan aqidah.

Negara Islam diperuntuhkan bagi orang yang mau menerima syariat Islam sebagai tatanan, meski ia bukan seorang muslim. Islam tidak didasarkan pada hubungan tanah kelahiran atau kesukuan, tidak pada ikatan keturunan ataupun pernikahan, dan tidak pula jalinan kabilah ataupun kerabat. Islam tidak akan tegak di bumi yang tidak dikendalikan oleh Islam dan syariatnya.

Dalam marhalah amal, ikhwanul muslimin, pembentukan Negara Islam adalah salah satu capaian sebelum terbentuknya khilafah Islamiyah dan menjadikan Islam sebagai soko guru peradaban. Sehingga, pasca Negara dan bangsa ini telah bertunduk dalam hukum-hukum Islam dan Negara-negara yang lain diseluruh dunia mengazzamkan hal yang sama. Maka yakinlah bahwa gelombang besar itu akan terus bergolak dan melaju penuh gairah, diusung oleh para pemuda Islam yang yakin dengan hati mereka yang tulus bahwa hanya Islam-lah satu-satunya solusi perjuangan.

Maka, saya sangat mengapresiasi siapapun mereka yang mengafiliasikan dirinya dalam suatu wadah pergerakan pemuda Islam. Sebab saya yakin mereka mencita-citakan hal yang sama. Sama baiknya (setidaknya begitu). Gerakan apapun sama saja dalam manhaj Islam ini, asalkan proaktif berupaya melepaskan manusia dari pengabdian (ubudiyah) kepada hamba menuju pengabdian kepada Allah semata. Selayaknya KAMMI yang bercita-cita mewujudkan bangsa dan Negara yang Islami dan HMI yang berazzam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah swt. Dan HTI yang dengan menggebu gebu mengatakan tiga baris kalimat yang menggetarkan :

Tiada kemuliaan tanpa Islam
Tiada Islam tanpa syariah
Tiada Syariah tanpa daulah khilafah

Alikta Hasnah S
Staff Kaderisasi KAMMI Shollahuddin Al Ayyubi UNS

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s