Tertunduk Dalam


Masih dalam dingin kabut pagi, dalam bias bisik lirih angin yang berembus pelan menyentuh bulir keringat yang ringan menggoda mentari. Masih dalam sorakan riuh aspal jalanan yang pekat, mengusik riuh rendah makian ilalang di tepian jalan yang kian hitam tersapu gejolak kehidupan yang makin tak tentu.

Terburu mengayuh putaran roda kehidupan sebelum terlambat dengan membawa hati yang teremas gundah yang mengaduh tertahan. Tertatih memaki dalam hati sembari berteriak tertahan, oh mengapa begini, bagaimana bisa terjadi?

Ini bukan soal cinta yang tak terungkap, tapi soal amarah yang kian membuncah. Ini bukan soal cemburu yang tak berkesudahan, tapi soal dosa dan sesal yang tak jua berujung maaf.

Aku bukan sedang mengejar permintaan maaf atau malah ingin menuntut balas atas semua perlakuan tak menyenangkan yang kuterima, dan kurasa sebagai ketidakadilan yang teramat memerihkan.

Aku marah pada ketidakikhlasanku untuk menerima semua. Aku marah pada egoismeku yang menolak mentah-mentah pembenaran dengan dalih dogma ketauhidan maupun persaudaan.

Jikalah ini racun, aku ingin menelannya pelan tapi pasti, membiarkannya menjalar dalam selubung keputusasaan tuk membunuh hati yang kian rapuh ini.

Ini racun yang manis, bukan?
Mematikanmu pelan dengan menahan perih atas luka yang kau rasa, seperti kehidupan yang tak jua menjanjikan rasa kasih dan cinta yang kau damba. Sudah terlanjur lara, disini.

Menyakitkan ya?

Aku yang durjana tertunduk dalam, memohon dengan sangat keadilan pada para pemilik tangan tuhan. Aku yang nista dan sesat dengan ego pribadi yang terlampau diluar nalar mengais penjelasan logis dari semua ini, hingga kebodohanku ini bisa menerjemahkan segala.

Dan kau, kupersilahkan untuk menertawakan keangkuhan bodoh manusia kerdil yang satu ini.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s