‘Editing’ adalah tentang “Pembacaan’


Sebuah pesan pendek dari Mas Dharma berisikan undangan untuk mengikuti pelatihan editing bersama pak Yusuf Maulana di KAMMI Kom.  UIN Yogya beberapa hari yang lalu, saya tanggapi dengan antusias. Segera pesan pendek itu saya kirim ke beberapa kawan di Solo, termasuk diantaranya dua orang yang kemudian mengiyakan turut bersama saya pada hari ahad menghadiri acara tersebut.

Bersama Yogo dan Mas Kuncoro, saya meluncur ke Yogya. Alhamdulillah, perjalanan kami lancar tanpa kendala yang berarti.  Apalagi, segera mendapat sambutan hangat dari Mas Dharma dan kawan-kawan Yogya, sesampainya kami di sana.

Dalam kesempatan ini, saya belajar lebih dari ‘mengedit naskah’. Lebih dari itu, pada akhirnya saya menemukan nilai filosofis yang terkandung dalam konteks ‘pembacaan dalam editing’ itu sendiri.

Dari berbagai contoh yang diberikan pak Yusuf, baik berupa pre-test, maupun latihan, saya mulai menyadari bahwa suatu naskah jadi, pada hakikatnya  memiliki beragam kekaburan, celah, dan ruang. Kita bisa membahasnya dari kajian linguistik, semantic, maupun kemungkinan-kemungkinan yang terurai dari struktur maknanya. Bahkan, dalam beberapa contoh yang diberikan, terkadang suatu naskah mengandung pertentangan logika dan data yang tak terverifikasi.

Sehingga, adalah hal yang lumrah manakala aktivitas ‘pembacaan’ mampu membawa kita belajar untuk mengungkap makna secara optimistik, kreatif, rasional, dan imajinatif. Bukan untuk mengkhianati pesan yang akan disampaikan oleh penulis asli, tetapi lebih pada bertindak sebagai seorang yang berusaha mengekspresikan independensinya lewat proses ‘pembacaan’ secara utuh dan holistic.

Proses editing, pada dasarnya terdiri dari empat tahapan :

Pertama, kegiatan untuk memverifikasi ejaan. Pada tahap ini, kejelian seorang editor dalam membaca sangat penting. Memahami kaidah EYD yang telah ditetapkan berdasar konsensus, aturan tata bahasa baku, dan kemampuan berbahasa Inggris menjadi hal pokok yang mendasari proses awal ini.

Kedua, kegiatan untuk memverifikasi data. Pada tahap ini, kadar keilmuan seorang editor haruslah mumpuni. Sebagai latihan, kami diberikan beberapa kalimat atau alinea yang ‘sengaja’ dibuat salah, sehingga dengan jeli kami harus melakukan verifikasi terhadap data yang ada pada kalimat/ alinea tersebut.

Ketiga, kegiatan untuk mengakurasi logika. Disini, harus ada kejelasan mengenai keterikatan premis yang disajikan dengan kesimpulan yang ditawarkan. Sehingga, naskah memiliki orientasi deduktif/ induktif yang jelas.

Keempat, mempermudah bahasa penulisan. Disini, kita belajar untuk mengenal karakter pembaca, atau dengan kata lain menjadi juru bicara pembaca yang mempermudah bahasa penulis agar mampu mentransfer isi dan maksud tulisan pada pembaca dengan bahasa yang lebih sederhana, bukan malah memberinya istilah-istilah baru atas kehendak kita sendiri.

Suatu naskah dapat melahirkan makna dengan sendirinya, baik itu secara terang-terangan atau tersirat. Peran editor adalah mengungkapkan maksud si penulis dengan memperjelas makna yang terkandung dalam naskah tersebut, sehingga ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh para editor dalam mengedit suatu naskah :

Kalimat panjang, maka pangkaslah

Kalimat bertele-tele dan berulang-ulang, maka buanglah

Kalimat ambigu, maka jernihkan

Kalimat majemuk, maka kurangilah

Kalimat panjang, maka penggallah

 

Kemudian, langkah taktis yang bisa dilakukan, utamanya oleh editor pemula antara lain :

–          Buatlah bertahap

–          Cek ejaan

–          Cek data

–          Belajarlah kritis soal logika

–          Periksa pekerjaan anda, dan

–          Mintalah masukan teman

 

Semoga bermanfaat.

 

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s