sejujurnya, aku ingin kau katakan ini


 

Aku menerimamu sepenuhnya, setulus-tulusnya, seikhlas-ikhlasnya

Kukatakan itu padamu setiap waktu, agar engkau tahu bahwa aku benar-benar menerimamu sepenuhnya.

Aku menerima setiap keraguan yang tersirat dari berkerutnya keningmu sebagaimana aku menerima semburat merah senja di ufuk barat kala petang menyergap. Maka, terimalah aku sebagai ruang peristirahatan yang menenangkan, meredahkan resah gelisah yang kau redam dalam gejolak amarahmu.

Aku menyayangimu sepenuhnya, setulus-tulusnya, seikhlas-ikhlasnya

Kukatakan itu padamu sepanjang masa, agar engkau pahami bahwa aku benar-benar menyayangimu setulusnya. Setiap tawa hambar yang kering, lelucon aneh yang sama sekali tak lucu, adalah jua kerinduan yang membiaskan rasa rindu dalam bias gelisah kala sekali lagi, engkau menjeratku dalam tanya yang tak tentu..

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s