CITRA “CANTIK”


Dalam sebuah iklan :

Seorang wanita tengah mematut diri di depan cermin, tidak percaya diri dengan (kulit cokelatnya, jerawatnya, bentuk tubuhnya yang jauh dari ideal), kemudian muncul suara dubbing menjelaskan tentang suatu produk yang bisa mengatasi alasan rasa tidak PDnya.

Setelah itu, digambarkan sang wanita memakai produk tersebut dan taraaa.. berubahlah ia. Wajah putih merona bersinar seperti mutiara, Kulit bersih bercahaya, rambut hitam lurus panjang berkilau, bentuk tubuh langsing ideal.

Dan pada akhirnya, banyak para lelaki yang memandang terpesona ke arah sang wanita.

Gambaran visual dari iklan di atas bisa dibedah dari berbagai makna. Pertama, cantik dalam versi seorang pria adalah ilustrasi pasca pemakaian produk, wajah mulus bebas dari jerawat, kulit putih, rambut lurus, dengan tak lupa bentuk tubuh yang ideal. Kedua, cara paling mustajab untuk mendapatkan hasil ideal yang diharapkan adalah dengan memakai produk yang ditawarkan dalam iklan tersebut.

Nah, yang jadi pertanyaan, apakah wanita yang berkulit putih, berambut hitam lurus akan selalu menarik lelaki? Apakah yang berkulit sawo matang dengan bintik-bintik di wajahnya tak akan menarik lelaki sama  sekali?

Seolah, wanita adalah objek ‘olok-olok’ dan jualan untuk mencitrakan wanita cantik sesuai kehendak pembuat iklan agar produk yang ditawarkan dapat dibeli oleh konsumen (yang tentunya adalah para wanita yang tersihir iklan di layar televisi tersebut), sementara itu para lelaki yang dicitrakan lebih mendambakan wanita cantik kemudian menjadi subjek dari wanita itu sendiri.

Dewasa ini, saat industri periklanan semakin mendapat tempat bagi para penikmatnya, kecantikan pun seolah bisa di dapat dengan instan. Dengan melulurkan suatu produk kosmetik atau mengkonsumsi macam-macam vitamin, maka dengan segera kecantikan ala masyarakat neo-kapitalistik pun di dapat.

Sejujurnya, saya sendiri mengalami rasa tidak percaya diri karena seringkali terjebak dalam ‘citra cantik’ yang di gemborkan media. Perbandingan putih cantik iklan dengan kulit sawo matang saya, tinggi badan ideal dengan tinggi badan saya yang memang pendek, merupakan perbandingan yang sering saya jadikan acuan untuk menilai diri.

Namun, saya pastikan saya masih cukup normal dan sadar untuk bersyukur pada Allah SWT dan menjadi diri saya sendiri. cantik ala saya. Percaya diri karena yakin bahwa Allah telah menciptakan saya dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s