Jelang Samaru, Selamat Beraksi


*hanya ocehan mahasiswa biasa

Bagi Mahasiswa Baru momen samaru (sambut mahasiswa baru, biasanya dikenal dengan sebutan ‘ospek’) mendatang adalah masa yang penting. Untuk pertama kalinya, mereka akan menginjakkan kaki di kampus baru mereka, sekaligus mengurus administrasi kemahasiswaanya.

Disisi lain, ada banyak pihak yang juga berkepentingan dengan masa registrasi on desk tersebut. Lembaga internal kampus layaknya organisasi mahasiswa akan mengambil kesempatan ini untuk kepentingan mereka, entah untuk pelayanan semata, pelayanan demi terciptanya citra yang baik (pencitraan), atau pelayanan demi terciptanya citra yang baik (pencitraan) guna perekrutan anggota.

Hal ini telah menjadi semacam rutinitas yang terjadi setiap tahunnya, maka semaraklah kampus demi menyambut para fresh graduated high school tersebut.

Saya pun pernah menjadi Mahasiswa baru, dan saya perkirakan, konsep yang sekarang diusung pun akan sama dengan yang dulu. Hampir semua organisasi mahasiwa menggunakan pendekatan-pendekatan persuasive yaitu dengan cara melayani kebutuhan maru, utamanya dalam hal teknis di lapangan. Misal : akses informasi (info kos, advokasi biaya kuliah, dan lain sebagainya).

Bisa jadi, mereka pun mengusung pendekatan edukatif. Amunisi-amunisi seperti leaflet, bulletin mini, sampai booklet akan terlihat berserakan (yah, dibuang dan tak sempat dibaca barangkali). Namun, yang lebih ditonjolkan dengan cara yang kedua adalah ‘pendidikan organisasi’- pemberian stimulan-stimulan tentang pentingnya mengembangkan kapasitas personal secara intelektual lewat lembaga kampus.

Namun bagi saya, ada satu hal penting yang mestinya menjadi corak berfikir para aktivis kampus. Bukan hanya mengusung fungsi pelayanan, pencitraan, dan perekrutan lembaga. Yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana kita mengupayakan agar kampus tercitrakan sebagai basis moral dan intelektual dalam ranah akademis.

Basis intelektual yang saya maksud adalah manifestasi belajar secara luas, menyangkut spesialisasi ilmu yang diambil oleh mahasiswa, maupun pembelajaran yang ia ambil guna pengembangan dirinya melalui organisasi-organisasi mahasiswa. Basis moral adalah hal yang mendasar untuk membentuk karakter yang baik, kuat, dan cerdas.

Saya rasa kita harus menawarkan ruang aktualisasi secara menyeluruh, untuk terus mengarahkan mahasiswa pada platform, “Membangun integritas mahasiswa secara moral dan intelektual.”

Jelang Samaru, Selamat Beraksi

“Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.” Soe Hok Gie

*repost taun lalu

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s