Integratif#1


Tanggungjawab Intelektual Mahasiswa Dalam Konteks Gerakan Dakwah Kampus

Mahasiswa dalam tahap awalnya memasuki dunia kampus memiliki orientasi awal yang berbeda, ada yang menganggap kuliah sebagai keharusan penuntasan jenjang pendidikan, ada yang hanya mengejar ijazah sebagai orientasi karir ke depan, ajang mencari jodoh, ada pula yang mengorientasikan kuliahnya demi penuntasan hasrat intelektual.

Terminologi intelektual bukanlah logika yang sifatnya pasti dan hanya memiliki tafsir tunggal. Namun secara umum, kata intelektual ditafsirkan sebagai kondisi dimana seseorang berkutat secara tekun dan serius pada ilmu profesionalnya, untuk selanjutnya mentranformasikan pengetahuannya sebagai bentuk peran sosialnya dalam menyelesaikan problematika umat. Peran sosial ini tidak selalu harus memiliki keterkaitan dengan ilmu yang dipelajari atau profesi yang dikuasai.

Dengan pengertian diatas, sejatinya peran intelektual bukanlah merupakan monopoli pendidikan formal, terutama universitas. Kaum intelektual bisa lahir dari mana saja, asal mereka mampu mengembangkan pemikirannya dan menerapkannya dalam perilaku intelektual. Sebaliknya, alumni perguruan tinggi bisa disebut kaum intelegensia, sebab minat intelektualnya hanya bersifat teknis, yang hanya mampu bekerja sesuai profesi pada bidang keilmuan yang digelutinya.

Namun apa mau dikata, predikat kaum intelektual nyatanya telah melekat sedemikian rupa pada diri mahasiswa. Meskipun mereka hanya memperkuat ilmu pengetahuan sesuai dengan basis akademis untuk kebutuhan dirinya semata, disaat yang sama mereka dibenturkan dengan kesadaran ruang sosial dimana diri mereka berada. Hal ini menuntut mereka untuk peka dan melek pada realitas sosial, suka tidak suka.

Kaum intelektual adalah sosok yang mencerahkan, demikian kata Gramsci. Maka konsekuensi logisnya adalah bahwa kaum intelektual wajib memberi fungsi pencerahan bagi orang-orang disekitarnya dengan kapasitas keilmuan yang mereka miliki. Mahasiswa yang terlanjur tercitrakan sebagai kaum intelektual mestinya mampu bergerak di ranah ini, mempertemukan teori dan praksis guna memecahkan berbagai problem sosial yang mengakar di masyarakatnya.

Fenomena Dakwah Kampus

Kini, kampus yang identik menjadi tempat bertumbuhnya lokus intelektual telah memiliki peranan lebih. Ia bersemai menjadi pusat aktivitas keislaman yang menjanjikan. Dakwah kampus yang memulai pergerakannya dari masjid telah merambah peran-peran strategis dengan penempatan kadernya ke lembaga kemahasiswaan seperti BEM dan Dewan Mahasiswa. Bahkan, dari rahim dakwah kampus pula-lah, prakarsa mendirikan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) bermula. Harus diakui, dakwah kampus telah memberikan kiprahnya yang konkrit dalam memberikan warna pergerakan mahasiswa di Indonesia.

Betumbuh pesatnya jumlah aktivis dakwah kampus memberi angin segar bagi perkembangan pergerakan mahasiswa dewasa ini. Mereka diharap mampu mengambil peran strategis guna menjadi pioner perubahan di masyarakat agar terbina masyarakat Indonesia yang sejahtera dan islami. Maka, tanggung jawab menjadi penjaga moral dan produsen gagasan guna menjadikannya sebagai teladan dalam miniatur masyarakat  Indonesia (yang kita sebut kampus) dengan segenap problematika dan kompeksitasnya menjadi hal yang tak terhindarkan lagi.

Namun, satu hal yang menjadi perhatian kita bersama adalah miskinnya tradisi intelektual di kalangan kita sebagai aktivis dakwah. Padahal, diperlukan perubahan cara pandang terhadap diri dan lingkungan dalam menghadapi perubahan struktural maupun kultural akibat adanya pergulatan sosial-politik di negeri ini. Produksi selebaran berupa bulletin dan majalah, pengadaan acara dauroh dan seminar haruslah mulai mengeksplorasi pergulatan politik dan ideologi terhadap realitas sosial-politik yang berkembang.

Kajian kepakaran di bidang akademik dan riset keilmuan disertai implementasi dan penerapannya secara bertahap sudah sewajarnya mulai dilakukan, agar masyarakat tidak hanya tahu dan paham akan apa yang kita suarakan, tapi melihat bukti nyata di lapangan. Memang, rekonstruksi tersebut bukanlah proyek sederhana, ia merupakan kepaduan sistem yang kompleks, dibutuhkan waktu yang relatif lama serta sumber daya yang tidak sedikit.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s