Tentang Aksi KAMMI Esok Hari


Dalam psikoanalisis, kekecewaan selalu berasal dari kegagalan sesuatu yang kita harap-harapkan (rely on) untuk memenuhi harapan dan aspirasi kita. Pada tahap selanjutnya, kegagalan akan segera diikuti dengan ensembel ekspresi kekecewaan: marah, protes, menggertak. Layaknya suara satu dan suara dua dalam paduan suara, variasi paradigmatik itu tak banyak berbeda.

Seperti banyak dilansir beberapa media belakangan ini, isu mengenai hubungan diplomatik yang merenggang antara Indonesia-Australia lantaran penyadapan yang dilakukan pihak intelegen Australia terhadap beberapa tokoh penting di Republik (termasuk Presiden dan beberapa menteri) menuai banyak kritik. Utamanya karena ketidaktegasan Presiden dalam mengambil sikap demi menjaga kehormatan NKRI.

Dengan memposisikan problem ini, maka alternatif solusi yang bisa diambil adalah: mengganti presiden/anak buahnya, mengevaluasi kenerja kementerian atau pihak-pihak terkait, memutus hubungan diplomatik dengan australia, atau bisa jadi hanya sekedar menumpahkan histeria dan ekspresi kekecewaan di media/ jejaring sosial.

Saat merenungkan hal ini, saya tersenyum simpul. Semisal memang yang dilakukan intelegen Australia merugikan kepentingan nasional dan mencoreng harga diri Bangsa Indonesia, lantas mengapa permasalahan ini tak kunjung terselesaikan?

Mengapa pemerintah ‘seolah’ tidak berusaha menyelesaikan persoalan ini secara sistematis?

Apa sulitnya bagi Presiden SBY menelepon pemerintah Australia, memprotes dengan keras perilaku aparatnya yang melakukan tindakan yang melampaui batasan etika intelejen tersebut?

Bagi saya, jawaban pertanyaan tersebut sudah mutlak. Negara tidak serius menangani permasalahan ini. (Memang negara jarang serius menangani masalah diplomatik dengan luar negeri), akan tetapi fakta ini semakin membuat saya yakin bahwa ketidakseriusan memang telah melekat secara alamiah pada kedaulatan negara kita.

Beberapa Tanggapan

“Atas nama Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia, Indonesia harus mengusir Diplomat AS & Australia. Ini adalah pesan tegas bahwa Pemerintah Indonesia memiliki komitmen besar melindungi Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia, dan siap bertindak tegas kepada siapapun yang mengusik dan mengancam Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia”, demikian dilansir web Pengurus Pusat KAMMI (http://kammi.or.id/usir-diplomat-as-australia-demi-melindungi-kepentingan-nasional-bangsa-indonesia/) pada 20 November 2013.

Tak lama berselang, kira-kira pukul 15.00 WIB sore tadi, Ketua Bidang saya di KP KAMMI UNS mengirim pesan berisi seruan aksi kader KAMMI se-Solo Raya untuk esok Jum’at pukul 8.30 WIB.

Namun pikiran saya malah mengembara pada suasana kelas tadi pagi. Dosen saya sedikit berkomentar mengenai permasalahan ini. Menurut beliau, ketidakjelasan negara dalam menangani kasus ini bukan karena ‘ketidakseriusan’ negara dan minimnya nasionalisme pemimpin kita, akan tetapi jika negara dipaksa untuk meladeni lebih jauh, maka hanya akan berimplikasi negatif pada akumulasi kapital yang telah dibangun.

Yah, secara politik memang negara telah tunduk pada logika kapital tertentu. Atau dengan kata lain, negara tunduk pada sistem kapital yang menjadikannya memble dalam bersikap.

Adalah tantangan berat untuk mengubah ‘ketidakberdayaan’ pemerintah dan segala kebijakan yang diterapkan dalam menangani kasus ini, maka mahasiswa sebagai agent of social dan political control memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan harkat dan martabat bangsa.

Esok aksi KAMMI.

Malam ini saya masih merenung.

#sekedar catatan iseng

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s