Naskah Drama Anak


Pribadi yang Baik Lebih Menarik daripada Pakaian Indah

oleh: Alikta Hasnah Safitri

Tokoh:

  1. Serigala
  2. Anjing
  3. Pak Tani
  4. Kelinci
  5. Rubah

 

 

Ada seekor serigala yang tinggal di atas bukit dekat  jalan sebuah desa. Ia mengintip keluar dari lubang sarangnya Pak Tani yang sedang memberi makan anjingnya.

Serigala      : “Ah, betapa beruntungnya menjadi anjing piaraan Pak Tani. Tanpa perlu repot mencari makanan atau minuman, ia akan mendapatkan yang enak. Rumahnya pun cukup bersih untuk hidup, tidak seperti aku yang harus hidup dalam lubang kotor yang gelap seperti ini.” (termenung sejenak, kemudian melanjutkan) “Menjadi binatang piaraan tentu sangat menyenangkan, aku bisa memperoleh makanan yang lezat, susu untuk minum, dan tempat yang baik untuk istirahat. Mengapa Pak Tani lebih suka memelihara anjing sebagai binatang piaraan dan bukan serigala? Padahal, aku bisa terjaga di malam hari untuk menjaga ladang, lariku pun lebih cepat. Hmm, yang membedakan kami hanyalah penampilan. Aku tak memiliki mantel putih seperti anjing, kulitku begitu gelap dan kotor.” (mendesah pelan)

Serigala berjalan menghampiri anjing ketika Pak Tani pergi meninggalkannya.

Serigala      : “Hei Anjing. Aku adalah tetanggamu. Aku ingin menjadi binatang piaraan tuanmu. Bisakah kamu datang ke rumahku dan memberitahuku bagaimana agar aku dapat menjadi binatang piaraannya?”

Anjing        : “Baiklah, aku akan membantumu. Tetapi bagaimana ya, aku tidak dapat ke rumahmu karena terlalu gelap dan kotor. Kamu tidak menjaga kebersihan rumahmu. Tinggal di tempat gelap dan kotor telah membuatmu sakit. Tampaknya, kamu juga lama tidak mandi. Bau tubuhmu tak tertahankan.” (Anjing berkata sambil mengendus bau serigala)

Serigala      : “Tetapi aku tidak merasa bahwa rumah dan badanku berbau tidak sedap.”

Anjing        : “Kamu telah terbiasa dengan bau tidak sedap untuk waktu yang lama, sehingga kamu tidak merasakan bahwa tubuhmu yang kotor itu berbau. Kamu tidak mandi secara teratur untuk membersihkan diri. Dari baumu, orang-orang di dekatmu dapat dengan mudah mengetahui bahwa kamu sudah lama tidak mandi.” (Anjing mencibir) “Serigala, karena kamu tinggal di tempat yang kotor, kotoran dan keringat yang menempel pada tubuhmu menimbulkan bau busuk. Bagaimana aku dapat datang ke tempat tinggalmu? Mungkin aku juga akan menjadi sakit jika berkumpul denganmu. Mandilah terlebih dahulu, baru kemudian berbicara denganku.”

Serigala pergi meninggalkan anjing dan berjalan berbalik kembali ke sarangnya. Ia pun mandi dan membersihkan rumahnya.

Serigala      : “Wah, aku sudah rajin mandi, tapi kulitku kok masih gelap ya? Hmm, aku harus menemui kelinci dan bertanya bagaimana cara mendapatkan cara memiliki mantel putih seperti anjing.”

Serigala berjalan menemui kelinci.

Serigala      : “Kawanku yang baik hati, kamu memiliki mantel putih seperti yang dimiliki oleh anjing piaraan Pak Tani. Tolong katakan padaku bagaimana caranya agar aku memiliki mantel seperti yang dimiliki anjing piaraan Pak Tani. Tolong katakan padaku, aku ingin Pak Tani mau menerimaku sebagai binatang piaraannya.”

Kelinci        : “Eh Serigala, kamu itu aneh. Mengapa kamu ingin terlihat seperti orang lain? Tuhan telah memberikan warna kulit yang berbeda terhadap semua makhluk di dunia ini sesuai dengan kelompok, kebiasaan, dan tempat tinggal mereka. Warna mereka yang beraneka ragam itu juga memberikan keindahan tersendiri bagi dunia.

Serigala      : “Tolonglah, katakan padaku bagaimana caranya.”

Kelinci        : (menunjuk langit) “Lihat! langit itu berwarna biru.”

Serigala      : “Ya, aku tahu.”

Kelinci        : “Rumput berwarna hijau, bunga juga memiliki banyak warna. Serangga, reptil, dan binatang lainnya juga memiliki banyak warna. Betapa dunia indah dengan begitu banyak warna. Warna kulit menyelamatkan binatang dari musuh-musuh mereka. Belalang hijau dapat bersembunyi di rumput hijau, kupu-kupu dapat menyelamatkan diri diantara bunga-bunga. Beruang kutub pun memiliki mantel seputih salju untuk mengelabuhi musuhnya. Warna, tak membuat kita lebih tinggi atau lebih rendah, kita bisa hidup bahagia bersama tanpa harus mencoba meniru yang lain.”

Serigala      : “Oh, begitu.”

Kelinci        : “Jika serigala memiliki mantel putih seperti anjing, mereka tidak dapat bersembunyi di dalam kegelapan malam. Akibatnya, mereka akan mudah dibunuh oleh harimau dan singa.”

Serigala      : “Tapi, jika aku memiliki mantel putih, pasti aku akan mampu menarik hati Pak Tani. Betul kan Kelinci?”

Kelinci        : “Aduh serigala, itu anggapan yang salah. Kamu beranggapan bahwa hanya dengan mengenakan pakaian bagus, maka kamu akan disukai, itu perlu diluruskan.”

Serigala      : “Lantas, apa yang membuat kita disukai orang kelinci?”

Kelinci        : “Kamu disukai atau tidak disukai itu karena sopan santun, karakter, dan kualitas kamu. Apapun bentuk atau warna tubuhmu, kamu harus memiliki empat syarat.”

Serigala      : “Katakan empat syarat itu.”

Kelinci        : “Dengarkan baik-baik ya serigala.”

Serigala      : “Baiklah.”

Kelinci        : “Syarat pertama adalah memahami berbagai persoalan dengan benar. Kamu harus memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang memadai untuk memahami apapun, sehingga yang kamu pikirkan, bicarakan, dan lakukan dapat berguna bagi orang lain. Untuk mempelajarinya, kamu tidak perlu meniru orang lain. Sesuatu dalam diri orang lain yang menciptakan kesan yang baik, mungkin tidak baik bagi kamu. Siapa yang mau berteman dengan sapi yang menggonggong atau berteman dengan anjing yang mengeong seperti kucing?”

Serigala      : “Apa syarat yang kedua?”

Kelinci        : “Yang kedua adalah keberanian untuk melakukan satu tugas dalam keadaan sulit. Meskipun menghadapi pencuri yang besar dan kuat, seekor anjing tidak boleh melarikan diri ketika melihat orang asing masuk untuk mengambil harta benda tuannya.”

Serigala      : “Ah, itu gampang.”

Kelinci        : “Dengarkan sampai tuntas!”

Serigala      : “Ya, ya, lanjutkan.”

Kelinci        : “Syarat yang ketiga adalah rasa tanggungjawab. Anjing melakukan tugasnya dengan berjaga siang dan malam tanpa memperhatikan kenyamanan dirinya. Sedang yang keempat adalah kejujuran. Jujur artinya selalu berbicara benar, tidak pernah menipu orang, atau mencuri sesuatu untuk diri pribadi. Anjing tak pernah mencuri makanan dari dapur tuannya, ia hanya makan apa yang jadi miliknya. Tapi kamu dan temanmu sesama serigala memiliki kebiasaan mencuri daging sisa milik hewan lain.”

Serigala      : “Meskipun aku punya syarat-syarat itu, Pak Tani tak akan menerimaku sebagai piaraan karena warna kulitku yang gelap.”

Kelinci        : “Para petani tidak memelihara anjing karena mantel putih mereka, tapi karena anjing itu cerdas, berguna, pandai, berani, dan jujur dalam bekerja.Tidak seperti kamu serigala. (menghela nafas) “Serigal, kalau kau ingin bermanfaat bagi orang lain, semua orang akan suka denganmu. Warna kulitmu tidaklah penting.”

Serigala      : “Ah, sudahlah kelinci. Susah untukku percaya padamu, akan kutemui Rubah untuk meminta nasehat darinya.”

Serigala berbalik meninggalkan Kelinci dan menemui Rubah.

Serigala      : “Hei Rubah, bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?”

Rubah         : “Yah, seperti yang kau saksikan saat ini.”

Serigala      : “Rubah, aku ingin sekali bekerja kepada petani. Namun, ia tak akan menerimaku karena kulitku yang gelap.”

Rubah         : “Betulkah?”

Serigala      : (mengangguk) “Bisakah kau memberitahuku bagaimana cara untuk membuat kulitku seputih anjing petani?”

Rubah         : “Waahh, gampang sekali. Aku dapat mengubah mantel setiap hari sesuai kebutuhanku. Ketika aku pergi bertemu angsa di kolam, aku memakai yang putih. Ketika bertemu harimau, akan kupakai yang kuning, ketika bertemu beo akan kupakai yang hijau.”

Serigala      : “Bagaimana kau dapat merubah warna kulitmu?”

Rubah         : “Guaaammpang sekali, aku punya teman yang baik hati. Temanku itu pandai melukis. Apa saja yang aku minta, ia pasti dapat melukiskannya dengan baik. Ketika temanku itu tak ada, aku mengecat kulitku sendiri. Namun, untuk memiliki mantel putih, aku menggunakan kapas dan lem, sehingga kulitku berbulu indah.”

Serigala      : (mengangguk antusias) “Rubah yang pandai, katakan padaku bagaimana aku bisa menggunakan kapas dan lem untuk memiliki mantel putih di kulit?”

Rubah         : “Sangat mudah! Tumpahkan satu botol pasta ke tubuhmu.”

Serigala      : “Setelah itu?”

Rubah         : “Bergulinglah di pasta, lalu bergulinglah di kapas. Kapas putih akan menempel di kulitmu. Lihat hasilnya. Kamu pasti akan takjub, kamu seakan-akan memiliki kulit putih dengan bulu yang tebal.”

Serigala telah melaksanakan saran Rubah. Kini, tubuhnya penuh dengan bulu berwarna putih yang tebal. Ia segera menemui anjing.

Serigala      : “Hai, lihatlah aku! Aku sudah mandi setiap hari. Aku juga sudah membersihkan rumahku setiap hari. Aku juga memiliki bulu baru yang putih seperti milikmu. Bisakah sekarang kau mengajariku cara menjaga ladang, sehingga aku dapat meminta bantuan tuanmu untuk mempekerjakanku sebagai binatang piaraan?”

Anjing        : “Ya, ikutlah berkeliling ladang denganku.”

Serigala dan anjing kemudian berkeliling ladang bersama-sama.

Anjing        : “Malam ini aku akan mengundang anjing-anjing lain untuk makan malam.”

Serigala      : “Ajaklah aku turut serta, kumohon dengan sangat.”

Anjing        : “Anjing tidak suka berteman dengan binatang lain. Walaupun kau tampak seperti anjing, kau tidak tahu cara menyalak. Maka, kau tak dapat bergabung dengan kami. Ketika kamu bicara, temanku anjing akan mengetahui bahwa kau bukan merupakan kelompok kami.”

Serigala      : “Aku tidak akan berbicara apapun selama pesta berlangsung. Aku akan tutup mulut.”

Anjing        : “Ya, terserahlah kalau kau tak mau menerima nasehatku.”

Malam pesta dilaksanakan. Serigala menghadiri pesta bersama sekawanan anjing. Saat pesta berlangsung, tiba-tiba turun hujan. Karena basah, kapas pada kulit serigala terlepas sehingga terlihatlah kulitnya yang gelap. Anjing-anjing yang marah menyalak bersama dan bergegas menuju serigala untuk menggigitnya. Serigala berlari ke lubang persembuyiannya.

Sumber Cerita :

Pamilu, Anik. 2012. Cerita Motivasi dan Budi Pekerti untuk Anak. Yogyakarta: Golden Books

Satu tanggapan untuk “Naskah Drama Anak

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s