Alternatif Dauroh Khas KAMMI UNS


oleh : Alikta Hasnah Safitri/ staff Bidang Kebijakan Publik KAMMI UNS

Mahasiswa sebagai kelompok elit dalam masyarakat pada hakikatnya memikul tanggung jawab untuk melaksanakan fungsinya sebagai kaum muda terdidik yang berperan dalam mempelopori proses perubahan masyarakat. Apalagi, bagi mereka yang mengikrarkan dirinya sebagai bagian dari organisasi bernama KAMMI. Mereka, pada akhirnya memiliki tanggung jawab lebih, bukan hanya mempelopori proses perubahan, akan tetapi berupaya dengan segenap memampuannya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami (seperti yang tertuang dalam visi KAMMI).

Maka sejatinya, fungsi kaderisasi mahasiswa memiliki peran vital dalam memasok kader-kader yang pada saatnya nanti mengisi pos-pos strategis dalam masyarakat. Fungsi kaderisasi ini harus ditopang oleh sistem yang kokoh dan pengelolaan yang konsisten, agar kaderisasi mahasiswa tidak mandul atau malah melahirkan generasi yang lemah.

Sebagai organisasi pengkaderan, KAMMI memiliki Manhaj Kaderisasi yang menjadi pedoman pengkaderan dalam perekrutan, pembinaan, maupun pengkaryaan. Hanya saja, pelaksanaan manhaj di lapangan berbenturan dengan banyak hal, dari mulai ketidaktersediaan sumber daya, sumber dana, hingga dalih efektifitas atau efisiensi. Semua problem itu membawa KAMMI pada keharusan menciptakan suatu back-up plan agar kaderisasi tidak menghasilkan kader yang lemah dalam pikir, sikap, dan tindak.

Permasalahan yang hampir dialami oleh semua komisariat adalah belum berjalannya Madrasah KAMMI sebagai sarana follow-up pasca mengikuti Dauroh Marhalah1. Padahal, transfer ideologi yang dilakukan pada saat DM1 berlangsung barulah sedikit, hanya sebatas di permukaan/ kulit luar, sementara substansi pengkaderan yang sebenarnya barulah akan dikecap paska mengikuti DM1.

Selama beberapa tahun terakhir ini, KAMMI UNS menyelenggarakan ICES (Islamic Civilization and Engineering School). ICES didirikan karena sebagai organisasi kader, KAMMI harus memiliki sistem kaderisasi yang integratif, sistem penahapan suplemen yang efektif sekaligus menjadi sarana yang profesional. Diharapkan, ICES mampu mengakselerasi kematangan kualitas kader yang diproduk KAMMI sebab ketidakberjalanan MK Khos.

Materi yang dibahas saat ICES berkisar dari Pengantar Peradaban Islam serta Pergerakan Islam Kontemporer, Fiqh Siyasi dan Fiqh Negara, Penegakkan Syariah Islam dan Sejarah Politik Islam di Indonesia, Studi Gerakan Mahasiswa, serta Dakwah Sya’biyah. Beberapa materi lain pun disisipkan dalam upaya akselerasi tingkat kematangan kader.

Namun sekali lagi, pengelolaan ICES pun memiliki banyak kelemahan. Diantaranya, pesertanya yang terbatas bagi para alumni DM1, penyampaian yang masih indoktrinatif, serta dinamika forum yang minim.

Karena hal itu, kami berinisiatif menyelenggarakan sebuah alternatif baru kajian keilmuan yang bertujuan meningkatkan kapasitas keilmuan kader sekaligus mahasiswa umum. Kajian keilmuan ini dikemas dalam sebuah diskusi yang dilaksanakan dua pekan sekali berbentuk Diskusi Integratif.

Diskusi Integratif adalah rumusan diskusi yang dirancang oleh Bidang Kebijakan Publik KAMMI UNS yang tersistem secara integral dengan beberapa tema diskusi yang saling berkaitan. Satu tema melandasi pemahaman akan tema lain yang diadakan setelahnya, diharapkan diskusi ini mampu menopang pemahaman kader agar berpikir secara terpadu, integral, dan sesuai kaidah berpikir ilmiah dalam konteks pergerakan mahasiswa.

Tema-tema tersebut antara lain:

No. Materi Pokok Bahasan
1 Tanggungjawab Intelektual Mahasiswa Dalam Konteks Gerakan Dakwah Kampus 1. Definisi siapa intelektual mahasiswa2. Bagaimana cara mencapai derajat intelektual mahasiswa3. Peran dan tanggungjawab inteletual mahasiswa
2 Anatomi masyarakat islam (Yusuf Qhardawi)
  1. Mengidentifikasi pemikiran yusuf qardawi
  2. Menganalisis pemikiran yusuf Qardawi dan relevansinya terhadap fenomena sosial masyarakat muslim di setiap zaman
3 Studi perbandingan tokoh pemikir islam modern – Jamaluddin Al Afghani- Muhammad Abduh- M. Rashid Ridha
4 Studi tokoh dan strategi kebijkan kebangkitan pergerakan islam dunia –     Syaikh taqiyuddin an nabhani-     Muhammad ilyas-     Hasan Al Banna
5 Pemikiran Kontemporer Politik Ikhwanul Muslimin (Prof. Dr. Taufiq Yusuf al Wa’iy.) Bedah buku Prof. Dr. Taufiq Yusuf al Wa’iy
6 Kebangkitan Post Islamisme Bedah buku ahmad Dzakirin “analisis strategi dan kebijakan AKP turki”
7 Lintasan Sejarah perkembangan gerakan Pembaharuan Islam di Indonesia -Mengidentifikasi munculnya gerakan pembaharuan Islam di Indonesia- Menganalisis Kelompok-kelompok pemikiran yang berkembang di Indonesia dalam lintasan sejarah pembaharuan pemikiran Islam.
8 Bedah buku api sejarah 1 dan 2
9 Sejarah Pergerakan mahasiswa
  1. tahun 1945-1965 (Munculnya Konsep Berbangsa)
  2. Dinamika Gerakan Mahasiswa selama Orde Baru
  3. Mahasiswa dan Era Reformasi
10 Refleksi Sejarah Pergerakan Mahasiswa- Rekonstruksi Pola Gerakan Mahasiswa yang mampu menjawab Tantangan Zaman
  1. merefleksikan sejarah pergerakan mahasiswa yang merupakan warisan dari NKK/BKK dengan polarisasi mainstream gerakan yang menyebabkan pemodelan spesifikasi gerakan
  2. membuat formulasi baru gerakan mahasiswa yang mampu menjawab tantangan zaman
11 Quo Vadis Gerakan Intelektual Mahasiswa Mahasiswa dan Profesionalisme Kepakaran, antara Fakta dan Realita-Mengukur Peran Mahasiswa dalam Pembangunan
12 Jurnalistik Investigasi dan Riset Gerakan 1.Metode investigasi dalam mendapatkan berita, data dan informasi yang akurat dan populer2.Mengolah data dan mengemas informasi3.Kaidah-kaidah asas riset gerakan, perbedaannya dengan riset akademis4.Merancang kerangka dasar riset gerakan
13 Manajeman Isu dan Propaganda 1. Teknik manajemen isu yang baik dan benar agar mampu memikat publik (konsep gagasan, koordinasi massa, controling dan evaluasi)2. Teknik pendekatan dan pengemasan isu yang baik dan efektif3. Tools yang dapat digunakan untuk manajemen isu dan propaganda
14 Manajemen Jaringan (Network Society) 1. Urgensi jaringan dalam gerakan2. Langkah takstis membangun jaringan3. Merawat jaringan sebagai bentuk gerakan massa
15 Gagasan Kebangkitan Gerakan Mahasiswa ala KAMMI Merumuskan gagasan kebangkitan yang berdasar pemahaman ideologi KAMMI

Tabel diatas bukanlah sebuah rumusan final mengenai hal-hal yang akan dibahas, akan tetapi Insya Allah tema-tema diatas akan dilaksanakan secara konsisten, entah dalam bilangan pekan maupun bulan, sebab satu tema tak mesti akan selesai dilaksanakan dalam satu hari diskusi.

Selain diskusi integratif, Biro khusus Jaringan Fakultas UNS menyelenggarakan Diskusi Kepakaran yang bertujuan meningkatkan profesionalisme kader KAMMI dalam bidang kepakaran masing-masing. Kedua diskusi ini saling melengkapi dan membangun satu sama lain.

Di tengah berbagai persoalan yang mendera KAMMI yang menjalar dari tingkat pusat ke tingkat daerah, beberapa alternatif inisiatif kader di tingkat komisariat patut diapresiasi. Harapannya, ini menjadi bentuk ikhtiar terbaik selagi menunggu realisasi terbentuknya Manhaj Filosofi Gerakan KAMMI sebagai rujukan kaderisasi dalam lingkup nasional, serta beberapa instrumen pendukung lain dalam mewujudkan kemandirian organisasi.

Surakarta, 25 November 2013

tulisan sederhana ini dibuat untuk menjadi salah satu syarat mengikuti TPN KAMMI wilayah Jateng-DIY-Jatim, akan tetapi urung penulis kirim karena ketidakorisinalan tulisan yang tidak memunculkan alternatif baru, melainkan hanya menjabarkan apa yang KAMMI UNS lakukan selama satu periode ini.

semoga tetap bermanfaat untuk memancing ide-ide segar dari teman-teman lain

🙂

salam-alikta

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s