Tuhan, Jaga Kerudungku


Tuhan, aku malu. Kemarin, seorang anak laki-laki tanpa sengaja melihat rambutku keluar di sela kerudungku. Mungkin karena aku kurang merapikan kerudung sehabis wudhu. Serta merta, aku malu kalau sampai bertemu dengannya lagi.

Tapi, ya Tuhanku. Pagi ini aku malu melihat sosok dalam cermin itu. Sosokku sendiri. Ada apa dengan kerudung yang dari hari ke hari semakin naik, semakin tipis, meski selalu kubenarkan: “yang penting masih syar’i”.

Aku tak sedang menilai cantik tidaknya aku dalam balutan kerudung ini. Tapi ya Tuhanku, aku merasa begitu buruk dalam laku, dalam tumindak, dalam tutur, maka aku malu dengan kerudung “yang penting masih syar’i”-ku.

Aku ingin mempercantik kerudungku seperti waktu dulu. Ya, dulu. Waktu aku lebih suka mendengarkan murottal daripada lagu-lagu yang bikin galau. Waktu aku lebih suka baca buku-buku bertema aqidah dan tazkiyatun nafs daripada baca buku-buku kiri dan classic tales. Waktu aku memilih pergi dari kerumunan penggemar bangkai saudaranya sendiri.

Ya Tuhanku, pagi ini aku termenung lama sekali di depan kaca. Melihat sosok yang dari hari ke hari semakin bertambah usia, meski urung dewasa juga. Lalu, aku menangis melihat sosok itu.

Aku teringat tiga tahun lalu aku pun pernah lama bercermin sembari mengenang saat pertamaku memakai kerudung. Dari hanya sebatas menjadi tutup kepala, mengulurkannya hingga menutup dada, lalu lebih mengulurkannya dari batas minimal itu. Aku menangis penuh syukur waktu itu.

Ya Tuhanku. Pagi ini aku juga menangis, dalam rasa bersalah.

Ya Tuhanku, Engkau tahu apa yang terungkap dari lisan maupun yang tersembunyi. Mestinya, ini jadi percakapan syahdu denganMu dalam kesunyian doaku. Tapi Tuhan, aku suka nge-blog, aku suka bercerita, aku ingin juga membagi ceritaku pada-Mu dengan orang lain. Kuharap Engkau tak berkeberatan, Tuhan.

Ya Tuhanku, aku tahu aku makin jauh dari-Mu. Aku berusaha mendekat kembali, semampuku, sejauh kemampuanku. Engkau pasti lebih mengetahui. Maka Tuhan, jangan tinggalkan aku. Ulurkan kasih-Mu, berkat-Mu, hidayah-Mu. Terangi lagi dengan cahaya-Mu.

Ya Tuhanku, ingatkan aku pada kerudungku saat aku merasa goyah ketika sibuk mencari-Mu, membuktikan ke-ADA-anmu dalam buku-buku dan diskusi-diskusi.

Ya Tuhanku, ingatkan aku pada kerudungku saat aku menjalin pertemanan dengan lawan jenisku, agar aku tak terperangkap jerat cinta yang belum saatnya.

Ya Tuhanku, jagalah kerudungku. Imanku. Harga diriku.

Ya Tuhanku, jagalah.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s