Cuplikan pertanyaan tugas akhir Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling, saya kutipkan nomer 3 dan 4. Pertanyaannya menarik. Jawabannya asal-asalan. Oke, ngebut!

Selama perkuliahan semester 1-3 berlangsung, pasti ada beberapa permasalahan  (akademik/nonakademik) yang anda hadapi,namun belum sempat atau belum ada keinginan untuk disampaikan. Buatlah minimal 2 pertanyaan terkait dengan permasalahan di atas!

Secara garis besar, permasalah yang selalu menjadi beban pikiran saya adalah sebagai berikut:

  1. Apakah seseorang dianggap berprestasi hanya karena ia memenangkan berbagai macam perlombaan, mengikuti kompetisi di sana-sini, lantas mendapat penghargaan tertentu? Saya kurang nyaman dengan iklim kompetitif ini dan belum memiliki keinginan untuk turut serta dalam kompetisi. Apakah saya salah?
  2. Saya gemar membaca buku. Tapi saya merasa tidak bisa membangun suatu kerangka pikir yang utuh, padu, dan integral ketika menuangkannya dalam bentuk tulisan. Padahal, kata banyak orang: tulisan seseorang merefleksikan apa yang ia baca. Mengapa pola pikir saya begitu rumit, tetapi begitu sedikit gagasan yang bisa saya tuliskan?

Seandainya anda tertarik mendalami bimbingan dan konseling dengan berbagai permasalahan di SD. Hal apa yang ingin anda angkat untuk di teliti lebih jauh? Tulis judul karya anda!

Selama beberapa bulan mengajar pramuka di salah satu Sekolah Dasar di kota Solo, saya melihat beberapa permasalahan pada siswa yang saya ajar. Pertama, tingkat kematangan seks (masa pubertas) yang terjadi sebelum waktunya. Misal saja, seorang siswa kelas 3 SD pernah menyatakan bahwa ia berpacaran dengan siswa lain di kelasnya, juga seorang siswa kelas 5 SD yang menyatakan ‘cinta’ pada kakak kelasnya yang berada di kelas 6.

Persoalan ini kadang dianggap tabu oleh orangtua murid maupun guru yang masih berpandangan bahwa tingkat kematangan seks/masa pubertas anak memang belum saatnya ‘muncul’ saat mereka masih berstatus sebagai siswa Sekolah Dasar. Akan tetapi, realita yang terjadi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Kini, yang berperan mempengaruhi perkembangan kepribadian dan karakter anak usia SD bukan hanya lingkungan keluarga maupun sekolah, namun juga media, baik berupa televisi maupun internet yang seolah memberikan tuntunan pola perilaku yang jauh berbeda dari apa yang mereka dapatkan di lingkungan primernya. Saya berasumsi bahwa proses kematangan seks ini turut berperan dalam pembentukan afektif moral anak dengan berdasar pada penelitian Kohlberg mengenai tingkat perkembangan moral anak, yang meliputi tiga fase: Pra Konvensional, Konvensional, dan Post-Konvensional. Dalam penelitian ini, saya  akan menggunakan aliran psikoanalisis yang berpandangan bahwa perkembangan moral adalah hasil internalisasi norma-norma masyarakat dari sudut organik biologik.

Judul rencana penelitian saya adalah: “Analisis Proses Kematangan Seksual Anak dan Implikasinya terhadap Perkembangan Afektif Moral Siswa Sekolah Dasar SD Negeri 2 Kerten Surakarta” #plaakkk!!

#lha kok malah Freud, ya Bapak Ibnu Khaldun, ampuni saya T.T

NB (curhat): agak sedih si karena ngga bisa maksimal di tugas akhir MK ini, ya gimana lagi, soal di share di group kelas sementara fb saya non-aktif. Pas saya baru buka soal yang ngopy dari flashdisk temen, saya dihujani sms: “Mba Alikta, tugas BK-mu mana, cuma tinggal kamu yang belum ngumpulin. Ini udah mau ditumpuk sebelum jam 12.”

Intinya si, gara-gara saya, tugas anak sekelas hampir terlambat. Maaf ya, dan terimakasih sudah menunggu. *terharu

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s