Refrain: It’s Always Been You


Saya selalu tidak betah berada di kamar sendiri, tapi malam ini teman sekamar saya pergi bersama temannya melihat acara Sekaten. Apa boleh buat, saya harus melewati malam sendiri. Fyuh.

Dan seperti hari-hari biasa saat saya ‘ditinggal’, saya lebih memilih menonton film, membaca buku, atau iseng menulis untuk menghabiskan malam. Awalnya, saya ingin melanjutkan buku Islam dan Transformasi Sosial Budaya. Buku terbitan tahun 1993 yang berisi kompilasi tulisan pemikiran Fachry Ali, Emha Ainun Nadjib, Nauval Ramzy, Sudirman Tebba, dan beberapa tokoh lain ini mulai saya baca sejak tiga hari lalu tapi belum tuntas. Maklum, banyak tugas akhir semester.

Nah, tapi malam ini saya sedang malas sekali membaca, bahkan untuk membaca kumpulan tulisan Prie GS yang biasanya jadi kawan asik saya selama senggang beberapa hari belakangan (Catatan Harian Sang Penggoda Indonesia, saran saya: bacalah).

Sebenarnya saya sedang ingin mengobrol dengan manusia, tapi kelihatannya saya tidak punya topik menarik untuk dibicarakan, kalaupun ada, mungkin topik itu hanya menarik bagi saya, tidak bagi orang lain. Yah, saya memang selalu membosankan.

Jadi, saya buka laptop. Membuka youtube dan memilih menonton film ini

REFRAIN

Refrain (Saat Cinta Selalu Pulang). Eh, itu printscreen-nya modus banget ya? :p

Cerita film ini bertema tentang persahabatan dan cinta. Ceritanya manis, khas anak SMA. Dua karakter yang menjadi tokoh utama dalam film ini juga serasi (eniwei, karakter-nya lho). Si Nata yang pendiam, cuek, dingin, angkuh, ganteng, sinis, jutek, punya lesung pipit, dan super menyebalkan, tapi dia punya lesung pipit, berubah menjadi lebih hangat bersama Niki yang manis, periang, dan ceria.

Kisah cinta yang terbilang rumit antara tiga tokoh dalam film ini diceritakan simpel saja. Saya yang lama tidak menonton film bergenre remaja ini untuk kali pertama merasakan tawa, haru, kesal, dan sedih yang menjadi satu. Ya Ampun.

Saat film ini sampai pada bagian ketika Niki membaca surat yang belum sempat Nata berikan padanya di hari valentine, perasaan saya diaduk-aduk. Masalahnya, saya belum pernah mengalami perasaan yang sebegitunya. Kehilangan seseorang yang saya cintai sepenuhnya, dan saya baru menyadarinya belakangan. Itu bukan saya.

Seperti saya bilang di tulisan-tulisan saya yang telah lalu, apabila saya mencinta, maka saya akan mencinta secara total, tidak akan setengah-setengah. Hei, siapa takut jatuh cinta? Hampir setiap saat saya bisa jatuh cinta. Asyik sekali rasanya. Bebas jatuh cinta kepada siapa saja, kapan saja, dimana saja. Pada kawan setia yang rajin membangunkan sholat malam, pada kawan yang menawarkan diri menemani ke toko buku, pada wajah anak murid saya, bahkan pada seorang yang mengirimkan sms di saat yang tepat. Tegasnya, cinta yang membuat hidup lebih lengkap itu, saya bisa temukan dimana-mana.

Kenapa kita sampai mengalami penyesalan? Mungkin karena kita adalah manusia yang mudah sekali lupa (eniwei, katanya golongan darah AB itu yang paling pelupa). Kita lupa pada sesuatu yang begitu penting dalam kehidupan kita justru karena saking dekatnya kita dengan ‘sesuatu/seseorang’ itu. Logikanya, semakin penting kita semakin dekat, dan semakin dekat, kita semakin lupa.

Saking bergantungnya Niki pada Nata, ia menjadi dekat dengannya. Karena kedekatan yang tak terpisahkan itu, ia menganggap Nata memang ‘selayaknya selalu ada di sisinya’. Bukan karena pilihan, tapi keharusan.

Ya, seperti kita lupa bahwa lidah yang lebih tajam dari pedang ini ada di dalam mulut kita. Ia bisa menjadi senjata melawan musuh, tapi yang paling mungkin adalah, ia bisa digunakan untuk bunuh diri.

Hikmah yang saya dapatkan dari film ini adalah: apabila sebuah amplop bertuliskan It’s Always Been You dikirimkan pada saya, saya bisa meleleh di tempat saat itu juga. Haha

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s