Mengakui Eksistensi


Sabtu, 11 Januari 2014

Apakah setiap orang benar-benar membutuhkan pengakuan?” Tanya saya suatu hari pada seorang kawan.

Bagi kawan saya, kehausan akan pengakuan adalah hal yang wajar. “Normal bahwa setiap orang ingin menunjukkan eksistensinya.”

Kepuasan akan pengakuan memanglah tidak langgeng. Sama sekali tidak abadi. Tidak mungkin kan seseorang akan senantiasa muncul dan eksis selamanya?

Hari ini saya berpikir, yang lebih penting bagi seseorang adalah caranya melihat ke dalam dirinya sendiri. Dengan melongok ke dalam diri pribadi, kita dapat membaca eksistensi diri kita dengan cara yang baru dan mengetahui beragam makna tentang kehidupan, mencari benang merah yang menyatukan kita dengan seluruh jagad raya ini, kemudian meredefinisi ulang tentang hakikat diri.

Yah, omong doang. Kalau ada sms lagi berisi: Siapakah Kamu? Paling bingung juga jawab apa.Pft.

 

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s