Mukmin dan Ateis


Ahad, 12 Januari 2014

Hari ini saya membaca ulasan Dr. Ali Harb mengenai Mukmin dan Ateis. Dalam essay-nya, ia berpandangan bahwa seorang mukmin tak jauh berbeda dengan ateis. “Seorang mukmin tidak dapat melepaskan sikap kebertuhanan dari paham ateisme.”

Saya kira pandangan ini bukan hal baru lagi. Beberapa kawan saya di Himpunan juga pernah berujar bahwa sebelum kita menjadi seorang muslim, terlebih dahulu kita harus meniadakan semua bentuk penuhanan kepada nalar, akal, bahkan teks. Ateis kan? Nah, setelahnya baru kita menuhankan satu Dzat yang pada-Nya lah tempat kita bergantung dan memohon pertolongan.

Begitulah nalar syahadat. Jadi Al, mereka yang ateis itu saudara dekat kita yang tauhid.”

Kita tidak mungkin mengingkari Ateisme kita.” Kata Harb

Ya Alloh, kata mereka para ateis tidak akan membunuh-Mu untuk menghindari semua bentuk kepercayaan. Kata mereka, para ateis adalah pencari kebenaran yang paling hakiki sebab kepercayaan mereka pada kebenaran amatlah besar. Kata mereka, orang-orang yang memiliki posisi subjektif dalam memandang kebenaran tentang-Mu dalam ketunggalan yang mutlak adalah orang-orang fanatik dan eksklusif.

Tapi aku percaya, yang mereka cari bukanlah kebenaran.

Kekerasan yang diekspresikan Nietzshe, sang cikal bakal ateisme telah menjiwai teks dan wacana yang ia ungkapkan. Sama halnya saat ketika ia mengumumkan kematian tuhan. Sama halnya ketika ia mengingkari Tuhan yang selamanya menjelma dalam bentuk yang diingkarinya.

Harb sendiri mengatakan bahwa pengingkaran yang Nietzshe lakukan adalah pengingkaran di atas pengingkaran. Tapi ia tetap saja ia berargumen bahwa kadangkala Nietzshe menjadi sangat teologis dan lebih memasuki dunia malaikat daripada para teolog itu sendiri.

Saya hanya berpikir: Bagaimana mungkin sikap ateis seseorang disamakan dengan seorang mukmin? Bagaimana bisa persaksian seorang yang meyakini keesaan Tuhan disamakan dengan perjalanan pencarian kebenaran orang mabuk?

Ya Allah, jangan biarkan aku berpaling.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s