Kawan Juang dari Bumi Perwira


Purbalingga, 20 Januari 2014

Dua hari lalu di Expo Universitas yang diselenggarakan di GOR Mahesa Jenar Purbalingga saya bertemu kawan saya semasa SMA yang saat ini tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam. Dengan bangga, Aga (nama kawan saya) memperlihatkan kartu anggota himpunan yang bertuliskan namanya. Kawan saya yang lain (sebut saja Y) pun mengatakan bahwa ia pernah juga mengikuti Basic Training HMI di universitasnya.

Meski sudah saya katakan bahwa saya bukanlah kader Himpunan, melainkan Kesatuan, nyatanya itu tidak mengurangi semangat Aga membawa kami untuk berkenalan dengan beberapa seniornya (yang tak lain adalah kakak kelas saya semasa SMA). Ia juga mengenalkan kami pada kader HMI Unsoed yang kala itu turut menjadi panitia Expo.

Ia membawa kami bertemu Mas Dhimas, kader HMI dari Universitas Diponegoro yang saat ini dipercaya menjadi Ketua Komisariat Fakultas Teknik di universitasnya. Memang saya pernah berdiskusi via chat facebook dengan Mas Dhimas untuk membahas beberapa hal yang berkaitan dengan Himpunan, Kesatuan, dan juga beberapa alumni SMA yang tergabung di keduanya, namun ini kali pertama kami bertemu langsung untuk berbincang.

Setelah berbasa-basi sejenak membahas romantisme sejarah perjuangan HMI di masa silam, ia bertanya pada kami mengenai kondisi Himpunan di masing-masing universitas kami. Kawan saya Y mengatakan kalau di fakultasnya hanya ada dua kader himpunan, sementara di universitasnya hanya ada dua komisariat yang aktif, yakni FH dan FISIP.

Seperti yang saya duga, Mas Dhimas akan bertanya pada saya mengenai perbedaan antara HMI dan KAMMI. Seharusnya saya bertanya, dia ingin jawaban panjang atau jawaban pendek. Kalau jawaban panjang, saya mungkin akan membahas mengenai sejarah latar belakang kelahiranya yang jauh berbeda. HMI atas dasar inisiatif Lafran Pane, sedang KAMMI atas sebuah gelombang besar gerakan yang telah hidup satu dekade sebelum kelahirannya di Indonesia. Demikian juga dengan periodisasi perjuangan yang dialami di paska kelahiran yang disebabkan tantangan zaman yang berbeda. Pun kalau dilihat dari konstitusi yang meliputi visi, misi, dan AD/ARTnya. Dilihat dari outputnya, kader HMI dituntut untuk memiliki 5 kualitas Insan Cita, sedangkan KAMMI dengan Muslim Negarawan dengan seabrek IJDK-nya. Pun jika ingin menyandingkan dari ideologinya, HMI dengan Nilai Dasar Perjuangan (entah itu versi lama atau versi VMP) dan KAMMI dengan Filosofi Gerakan KAMMI yang memuat Paradigma Gerakan KAMMI di dalamnya.

Tapi seperti sebelum-sebelumnya, saya lebih memilih menjawabnya dengan candaan, “Ya kaya mie ayam sama bakso..”

Namun demikian, perbincangan hari ini memang menarik. Selain membahas mengenai dinamika gerakan eksternal di kampus masing-masing, romantisme perjuangan HMI tahun 63 hingga 66 dan tantangan hari ini, kami juga membahas mengenai keikhlasan juang kader gerakan eksternal yang kian hari kian politis dan bermental kancil.

Saya jadi ingat apa yang dialami oleh Wahib puluhan tahun silam. Atas dasar kecintaannya pada HMI, ia berangan-angan untuk melakukan pembaharuan di tubuh HMI. Akan tetapi, yang terjadi malah ia memutuskan untuk melakukan eksodus, sebab ia tak rela berdiam diri di tengah ketidakwajaran yang terjadi di lingkungannya sendiri. Pada 14 Agustus 1969, ia menulis:

HMI bukan sekedar alat

yang bisa diganti dengan lain alat

HMI bukan sekadar saluran

yang bisa ditukar bergantian

terasa…HMI telah menjadi nyawa kita

HMI telah ada dalam urat dan nadi kita

dia ada dalam keriangan kita

dia ada dalam kesusahan kita

dia ada dalam kecabulan kita

dia ada dalam ke kanak-kanakan kita

HMI telah menghisap dan mengisi jaluran-jaluran darah kita

 

walaupun begitu perpindahan ini kita lakukan juga

kita tidak boleh tercekam oleh emosi

yang akan membuat kita terus termangu,

keragu-raguan dalam perpisahan

relakanlah segalanya

buat yang masih tinggal

 Pilihan, memang sebuah hal yang rumit. Semoga kita tetap bertahan dengan ikrar suci yang kita ucapkan saat pelantikan. Dimanapun kita.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s