Mengubah Sudut Pandang


Purbalingga, 25 Januari 2014

Soe Hok Gie pernah bertanya pada sahabatnya, “Apakah orang tak boleh mengubah-ubah pendapat seperti kaum sophis di Yunani dulu?” Sebetulnya, aku (biasanya saya) pun ingin mengajukan pertanyaan itu pada beberapa kakak, kawan, junior, hingga dosen yang menurutku sering seenaknya sendiri. Rasanya menyebalkan menyadari bahwa mereka selalu mempertahankan argumennya dengan berbagai alasan irrasional yang membuat mereka tampak ……. Inginnya kubilang: Hei, hentikanlah, please akui saja kalau kau salah. Kau tak akan terlihat bodoh hanya dengan mengakui satu kesalahanmu atau satu ketidaktahuanmu.

Aku ingat salah satu pertemuan kuliahku di semester tiga kemarin. Aku duduk di pojok ruang kuliah sambil membaca After Orchad (kalau tidak salah), temanku Atin berpendapat bahwa kurikulum 2013 telah memasung kreativitas guru sebab kurikulum tersebut telah mengatur kegiatan belajar siswa hingga tingkatan yang paling operasional. Aku menutup buku sejenak dan mendengarkan argumennya sebelum dosenku memotong.

Dosenku bilang bahwa kurikulum 2013 ini memudahkan guru karena guru tidak lagi disibukkan dengan pembuatan silabi dan instrumen, tinggal copas dari buku guru. Bahwa masalah kurikulum bukan lagi pekerjaan guru, tapi ada tim pengembang kurikulum yang telah melakukan penelitian dan pembahasan terkait hal tersebut.

Hei, bagaimana bisa sesederhana itu? Ahhh, ada banyak lagi yang ingin kukatakan. Tapi demi alasan politik hormat menghormati, aku diam.

Kawanku yang lain bertanya, “Apakah CBSA masih akan diterapkan di kurikulum 2013?” Tapi Dosenku malah menjawab ngalor ngidul dengan menerangkan PAKEM/PAIKEM dan sekali lagi membahas mengenai Kompetensi Inti yang mesti dicapai dalam pembelajaran.

Dunia pendidikan memang selalu terasa amat dinamis, selalu ada hal-hal baru yang kelihatannya sarat inovasi yang tiada henti. Seringkali model yang satu hadir ketika model lama belum sepenuhnya dipahami oleh guru. Seringkali pula, sesuatu yang pada awalnya datang dengan penuh gegap gempita kemudian dengan segera lenyap tak berbekas. Termasuk halnya di bidang kurikulum. Pada tahun 2004, marak dikenal KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang banyak dikritik beberapa kalangan dengan argumen kompetensi tak bisa dijadikan basis dari kurikulum, sebab kompetensi adalah suatu hal yang ingin dicapai dengan kurikulum. Logikanya terbalik. Dua tahun kemudian, kita mengenal KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang juga bernasib sama. Kini, di tahun 2013 gegap gempitalah dunia pendidikan dengan sebuah kurikulum ‘tematik-integratif’ yang kita kenal dengan Kurikulum 2013. Akan bagaimana nasibnya? Kita lihat saja nanti.

Kurikulum sangat erat kaitannya dengan muatan materi, bukan sekedar menyangkut pendekatan maupun model pembelajaran. Kurikulum baru, apapun namanya seringkali hanya dipahami dari segi bahan ajar dan kesesuaian urutan isi buku dengan urutan materi pada silabi. Sementara, mengenai pelaksanaan pembelajaran nyaris tak jauh berbeda.

Landasan filosofi akan perubahan menjadi hal yang bias, kabur, dan tak jelas. Perubahan hanya dimaknai sebatas pada tataran formal, pada kulitnya saja, tidak sampai pada substansinya. Saat muncul pertanyaan “Apakah CBSA masih akan diterapkan di kurikulum 2013?”, agaknya jawaban yang paling relevan (dalam perspektif saya) adalah bahwa CBSA, MBS, PAKEM, KBK, KTSP, bukanlah sebuah era, bukan pula merupakan model yang kontradiktif. Hal-hal tersebut saling mendukung satu sama lain. Sudah itu saja. Kenapa harus menyinggung lagi soal KI1, KI2, KI3, KI4?

Ya, belum tentu kerangka berpikir tersebut benar adanya. Tapi, aku yakin bahwa seseorang memiliki hak untuk mengubah sudut pandangnya apabila ia merasa ‘keliru’, seperti kaum sophis di Yunani dulu.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s