Belajar dari Kunjungan ke KAMMI UNY


Senin, 11 Februari lalu saya dan rekan-rekan dari Pengurus Komisariat KAMMI Shoyyub UNS melakukan kunjungan ke KAMMI Komsat UNY (yang mereka sebut Gaza University) untuk bersilaturrahim dan sharing berbagai hal yang menjadi kegelisahan maupun tawaran solusi di masa yang akan datang mengenai keberjalanan organisasi ini, minimal di tingkat komisariat.

Hal pertama yang kami bahas adalah mengenai struktur organisasi dan keberjalanannya. KAMMI UNY di komandani oleh Akh (untuk selanjutnya di sebut Mas) Ngadino. Secara instruktif di bawah ketua ada dua Sekretaris Umum dengan dua departemen di bawahnya, yakni BPO (Pengembangan Organisasi) dan KSK (Kesekretariatan) serta Bendum dengan BUMK (Badan Usaha Milik KAMMI) yang dimilikinya. Sementara secara koordinatif instruktif ketua umum KAMMI UNY mengomandani lima bidang, yakni Kaderisasi, Humas, Kebijakan Publik, Sosial Masyarakat, dan DPW (Departemen Pengembangan Wilayah).

Dari kunjungan kali ini saya mendapatkan pengertian baru mengenai permasalahan kolektif yang dimiliki KAMMI baik di komisariat UNS maupun UNY.

Pertama, mengenai dilarangnya organisasi eksternal di internal kampus dan dualitas peran kader sabagai kader KAMMI dan kader lembaga internal kampus. Pembahasan panjang terkait hal ini lebih cenderung dikaitkan dengan posisi kader sendiri yang semestinya menjadikan KAMMI sebagai wajihah dan organisasi Internal sebagai wasilah, bukan sebaliknya.

Kedua, mengenai sasaran kaderisasi. Selama ini, kita harus mengakui bahwa kaderisasi KAMMI belum mampu menghasilkan kader genuine, kader yang asli ‘cetakan’ KAMMI. Rata-rata mereka datang dari objek dakwah yang saat SMA sudah ngaji, mereka yang aktif terlebih dahulu di LDK maupun AAI, bukan karena KAMMI memang berhasil mengkader. Efeknya, apabila kita berbicara soal loyalitas, maka KAMMI selalu dijadikan rumah kedua bagi kader.

Ketiga, ideologisasi. KAMMI harusnya mampu mencetak kader-kader pemimpin seperti yang tertuang dalam visinya. Hal ini membutuhkan penanganan ekstra terlebih jika kita ingin menjadikan KAMMI sebagai lumbung kader yang mampu mengorbitkan banyak kader (meminjam istilah Mas Panca). Tentu ini harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas kader, sehingga aktivis KAMMI selain mapan secara intelektual dan mentalitas, juga matang secara loyalitas.

Keempat, penetrasi nilai-nilai keKAMMIan dalam kampus.  Dari pembahasan dapat saya simpulkan bahwa KAMMI UNS menggunakan cara-cara kultural, sedang UNY dengan cara struktural.

Kelima, fungsi taurits. Karakter KAMMI sebagai organisasi pengkaderan dan organisasi amal menuntut KAMMI memiliki platform dalam gerakannya. Akan tetapi, selama ini kita belum memiliki sebuah platform yang bisa diwariskan dan dievaluasi secara periodik sehingga keberjalanan kepengurusan ‘seolah’ hanya mengulang lagi dari periode sebelumnya. Ini patut menjadi evaluasi bersama. Hal yang harus diupayakan segera adalah membuat grand desain KAMMI di masing-masing komisariat agar tidak terjadi diskontinuitas program tanpa ada taurits, selain itu pengejawantahan renstra KAMMI secara nasional tahun 2014-2022 pun patut menjadi perhatian bersama.

Selain berbagai hal diatas, ada beberapa hal lain yang kami bahas. Akan tetapi, agaknya lebih etis untuk dibahas dalam forum tersendiri.

Sekali lagi, terimakasih telah memberikan saya kesempatan untuk turut serta dalam organisasi ini. (hassa)

NB. Sengaja catatannya ini saya ringkas, semoga menjadi bahan diskusi menarik ke depan

2 tanggapan untuk “Belajar dari Kunjungan ke KAMMI UNY

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s