Pulang Ulang-Alik


#Untuk Pulang

Jumat pukul 13.18 pekan lalu saya mengendarai sepeda motor dengan perasaan tak tentu. Saya harus pulang. Titik. Biasanya kereta berangkat dari Stasiun Jebres pukul 13.30, kondisinya saya belum punya tiket, perjalanan ke stasiun 10 menit. Saya pikir: Bisa. Dan memang bisa. Jadi, setelah membeli tiket, segera saya berlari ke tempat parkir untuk menitipkan motor selama tiga hari. Dan, sesuai jadwal 13.35 WIB kereta datang, saya duduk. Pulang. Baru sesaat kemudian sadar, KTP saya hilang, entah dimana. Saya mengirim sms pada beberapa kawan meminta nomor telepon stasiun, banyak dari mereka bilang tidak tahu. Tapi, Mas Umam, dalam ketidaktahuannya menawarkan diri untuk pergi ke stasiun dan mencarinya. Saya mengiyakan, mengucapkan banyak terimakasih. Sayang, tidak ketemu. Hanya bisa menghela nafas. Ya sudahlah.

#Untuk Ulang

Seperti kepulangan saya yang sudah-sudah. Ini hanya pengulangan drama melankolik yang mesti saya perankan sejak lama. Tidak bisa tidak, kehadiran figuran juga penting!

Pertanyaan yang terulang terus menerus dalam benak saya adalah kata menjengkelkan berbunyi: ini semua demi kebaikanmu, kebaikan kita bersama.

Saya mengatakannya ketika memutuskan untuk keluar dari jurusan saya tahun 2012 lalu, dan memulai hari baru di jurusan saya sekarang. Tak ada komentar.

Sahabat saya mengatakan ini untuk mengakhiri persahabatannya dengan saya. Saya mengatakannya untuk mengakhiri persahabatan saya dengannya. Selesai.

Sepasang suami-isteri mengatakan ini untuk mengakhiri jalinan rumah tangga yang mereka bina bertahun-tahun. Sempurna.

Saya pulang ke Solo Ahad pagi. Naik kereta yang sama. Baju saya basah oleh hujan, kereta ber AC, tak bawa jaket lagi. Badan saya menggigil selama lima jam berikutnya. Saya tak tahu lagi apa yang lebih buruk, kehilangan KTP, kedinginan dalam ruangan berAC selama 5 jam dalam keadaan basah, kehilangan sahabat, kehilangan kepercayaan akan sebuah hubungan sakral, atau rasa tidak berdaya yang menyiksa?

#Untuk Alik

Andai kau ceritakan pada Wahida, dia akan bilang: Tuhan iseng banget sama kamu Lik. Haha.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s