Mihwar Daulah bersama Ust Tulus


Mihwar

Sebelum membahas mengenai Mihwar Daulah, terlebih dulu kami menyamakan persepsi mengenai mihwar dakwah, yakni: mihwar tandzimi, mihwar sya’bi, mihwar muasasi, dan mihwar daulah.

Setiap mihwar memiliki beragam amalan sesuai dengan syumuliyah dan takamuliyah amal islam, jika tidak maka akan cenderung parsial. Dibutuhkan ketawazunan antar amal, jangan sampai ada yang mendominasi. Tawazun yang dimaksud adalah proporsionalitas dalam pemberian peran-peran pendayagunaan dan pengerahan potensi-potensi SDM. Proporsionalitas sendiri dimaknai sebagai ketepatan/akurasi penyaluran potensi sesuai tuntunan medan.

Setiap mihwar memiliki perimbangan proporsi amal yang berbeda dan dapat berubah-ubah dalam lingkup ketawazunan dan keterpaduan amal islami. Mihwar lanjutan juga tidaklah mengurangi/ meniadakan amal sebelumnya.

Pertama, mihwar tandzimi. Dalam mihwar ini dibangun tiga hal: kepribadian Islami, kepribadian seorang da’i (pendakwah), dan kredibilitas. Evaluasi yang menjadi poin penilaian adalah pertumbuhan kader dan pertumbuhan calon kader. Intinya terletak pada perekrutan, pembinaan, pertumbuhan, dan perkembangan kader dakwah. Disamping itu, juga melaksanakan program yang menjadi mukaddimah/pengkondisian ke arah mihwar sya’bi.

Kedua, mihwar sya’bi (kemasyarakatan). Pada mihwar ini hal yang dibangun adalah: 1. Mensosialisasikan diri, kader-kader, dan program dakwah kita di masyarakat (Kredibilitas pribadi yang diterima masyarakat) dan prolog ke arah mihwar muassasi. 2. Pendirian yayasan, lembaga pendidikan, penelitian, dan sebagainya guna turut andil dalam kelembagaan formal. Memasuki mihwar inilah jamaah menampilkan diri sebagai hizbul ‘adalah.

Memang, stressing (penekanan di sektor tertentu) adalah hal yang biasa. Namun, kita tetaplah harus proporsional tanpa mengabaikan bidang-bidang lain. Memadatnya aktifitas jelang pemilu tidak berarti kita terjebak dalam mihwar politik.

Ketiga, Mihwar muassasi. Ini adalah fase dimana jamaah terus berkembang dengan bertambahnya muassasah/lembaga infrastruktur sosial-politik kemasyarakatan, baik yang kita bangun sendiri maupun yang kita warnai (muassasah yang dibangun oleh ikhwah seperjuangan dalam Islam (ormas/parpol lain)). Dalam tahap ini, kita mulai memasuki suprastruktur dan infrastruktur kenegaraan serta menyiapkan langkah-langkah awal dalam menjembatani masuknya kita ke mihwar daulah. Bukan sekedar memunculkan diri dalam kelembagaan partai, tapi mengupayakan aqidah, fikrah, dan manhaj mewarnai infrastruktur sosial-politik di masyarakat/ infrastruktur kenegaraan menuju suprastruktur kenegaraan.

Lembaga infra dan supra akan kita masuki jika tingkat proporsi penyebaran SDM dan pengaruh kita di ruang lingkup kelembagaan infra kemasyarakatan/ sosial politik memadai.

Tamayyuz

Langkah amal kita harus mutamayyiz, kita bergaul dan berpacu bersama, namun kita tetap harus memiliki spesifikasi yang berbeda. Ini memudahkan masyarakat untuk mendukung kita. Memasuki Mihwar muassasi, kita harus mulai menyiapkan SDM Dakwah yang memiliki bobot dan bakat untuk menjadi pengusung dakwah, negarawan yang memiliki visi kenegaraan, seorang kader yang berbasis akidah, fikroh, dan manhaj yang baik, mengekspresikan diri dan mengaktualisasikan diri secara atraktif dalam kerangka: isyhadu b anna muslimin.

Spesifikasi menuju mihwar daulah membutuhkan 1. Keistimewaan SDM 2.  Keistimewaan penunaian tugas 3. Keistimewaan sentuhan produk 4. Keistimewaan pelayananan 5. Keistimewaan bermasyarakat.

Yang harus dilakukan adalah: 1. Mempersiapkan pelaku mihwar daulah 2. Blue print sistem pemerintahan 3. Memasukkan aktifis dakwah dalam berbagai lembaga pengambilan kebijakan negara 4. Menyusun pemerintahan baru 5. Menetapkan UU/peraturan

Beberapa pertanyaan:

Kak Irfan: Apakah ada tanda-tanda atau ciri-ciri khusus yang menandai bahwa kita telah melampaui suatu mihwar dan siap menuju mihwar berikut? Apakah semua calon sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, karena saat ini seringkali seorang calon belum memiliki dasar agama yang kuat, sehingga beberapa yang dulu sempat aktif memilih keluar sebab kepragmatisan ini?

Jawab: Ada karakteristiknya, tapi itu fleksibel (tergantung kebijakan di tiap tempat di seluruh dunia). Substansinya, kita harus menyebarluaskan pemikiran, jika dimana-mana kita sudah tampak, itu berarti kita sudah layak. Tafaqquh fiddin adalah hal yang sangat penting, kita harus mandiri dalam dinamika keseharian juga dalam aktifitas kenegaraan. Kita harus optimis.

Kak Asma’: Pertama, ketika di era awal dakwah, kader dibina dengan pengarahan yang jelas, tapi sekarang semua itu terlihat bias. Kita bingung mau kemana. Kedua, penetrasi untuk menyusun pemerintahan baru, bentuknya seperti apa?

Kak Tom: Mengapa kita harus tawazun? Saat masuk ke mihwar daulah, rule of the game-nya kita harus mengikuti warna demokrasi. Jika kita ingin masuk ke sana, kita harus punya warna yang bisa menarik massa.

Jawab: Tawazun adalah sunatullah. Rijaluddakwah itu objeknya terbatas, sementara rijaluddaulah itu objeknya melebar. Yang kita lakukan haruslah bertahap, tumbuhan berbuah melalui proses yang panjang. Nabi telah mencontohkan dalam Perjanjian Hudaibiyah. Bentuk negara tidak begitu dipersoalkan.

Kak Fahmi: Jamaah ini irrasional, nggak bisa salah, nggak mau kalah. Apapun yang dilakukan, muaranya ke kekuasaan. Bagaimana jika hizb bubar dan kadernya berdiaspora ke ladang jihad lain?

Jawab: Kesalahan adalah karakter manusia. Akan tetapi, kadang kesalahan pribadi menjadi kesalahan komunal. M Abduh pernah mengatakan: Di eropa saya melihat Islam di mana-mana, tapi tak ada orang Islam di sana. Di Mesir, saya melihat betapa banyak yang termasuk kita, tapi tidak masuk kedalam kita. Di akhirat nanti, kita akan dihisab sendiri-sendiri dalam upaya meraih ridho Allah swt.

Kalau sering merasa gelisah, ambillah sisi positifnya, berperanlah untuk memperbaiki. Jadilah pemain. Dalam bertarbiyah, pandailah mendengar keluhan dan masukan orang lain. Kita adalah kumpulan manisa yang sangat mungkin salah.

Mengapa kita bertahan? Karena kita masih membutuhkan.

Serawung Aktivis : Ngelukis Kedigjayan Islam #2

Mihwar Daulah bersama Ust Tulus

 

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s