Lima Tahun Lalu, Aku Lima Belas


28 Februari 2014

1

Sophie Amundsen masih empat belas tahun saat ia menemukan surat misterius tanpa nama pengirim ataupun perangko di kotak surat rumahnya. Surat itu hanya berisi dua kata: Siapakah kamu?

Siapakah kamu? Sophie bertanya pada pantulan dirinya di cermin. Belum selesai ia menjawab pertanyaan pertama, surat kedua datang dengan pertanyaan yang lebih rumit: Dari mana datangnya dunia?

Belum selesai ia menjawab pertanyaan kedua, surat misterius berikutnya datang, mengundangnya dalam sebuah petualangan ke dalam dunia filsafat.

Dear Sophie,

Banyak orang memiliki hobi, ada yang suka mengkoleksi koin atau perangko, ada yang suka merajut dan banyak lagi yang mengisi waktu mereka dengan melakukan berbagai aktifitas olah-raga.

Banyak orang menikmati membaca buku. Namun membaca buku sangat variatif kenikmatan dan tingkatannya. Beberapa orang hanya suka membaca koran, komik, sementara yang lain suka novel, buku-buku astronomi atau buku-buku sain dan pengetahuan.

Jika saya tertarik dengan kuda atau batu pemata, saya sama sekali tidak bisa berharap orang lain akan memiliki antusias yang sama. Jika saya menikmati  tayangan olah-raga, ada orang lain yang menganggap itu membosankan.

Adakah hal yang membuat semua orang tertarik? Hal-hal yang menjadi pertanyaan dalam benak setiap orang – tidak peduli dimanapun dia tinggal atau dari suku bangsa apapun di dunia ini? Ada, Sophie!

Ada sejumlah pertanyaan yang menarik minat semua orang.

Ketika kebutuhan mendasar seperti makanan, kelayakan hidup dan bersosialisasi telah terpenuhi, ada hal-hal yang masih dibutuhkan setiap orang. Para ahli filsafat berpikir demikian; bahwa manusia tidak hanya hidup dari roti, Pertanyaan-pertanyaan itu misalnya,” siapakah aku?” dan “mengapa aku ada di dunia ini?”

 

Sejak saat itu, hari-hari jelang ulang tahunnya yang ke lima belas dipenuhi berbagai macam petualangan mengagumkan seorang gadis belia yang mencoba menemukan hakikat diri, kehidupan, sejarah peradaban, dalam bingkai filsafat yang indah.

2

Hilde tengah merayakan ulang tahunnya yang ke lima belas saat ia mendapat hadiah berisi susunan literasi mengenai Sophie dan pelajaran filsafatnya bersama Alberto Knox.

“Aku belajar lebih banyak dalam satu hari ini daripada seluruh hari sebelumnya. Aku hampir tidak percaya bahwa tidak sampai dua puluh empat jam berlalu sejak Sophie pulang dari sekolah dan menemukan amplop pertama.”

Maka, hari-hari berikutnya ia habiskan dengan membaca Dunia Sophie dan kemudian berpikir mendalam saat ia hampir sampai pada akhir cerita: “Jika Alberto dan Sophie benar-benar berhasil menyelinap keluar dari cerita itu, tidak akan ada apa-apa lagi mengenai mereka di dalam map.”

Namun, apakah Sophie hanya ada dalam dunia ide? Selama ini kisahnya terasa begitu nyata bukan?

3

Marina masih berusia delapan belas saat ia memutuskan untuk melakukan perjalanan ke India dan Thailand untuk mencari sebuah legenda bernama “Surga di Bumi”. Ia menyusuri pegunungan Himalaya, Sungai Gangga, dan pantai-pantai terpencil Thailand, berharap menemukan kebebasan dan keajaiban dalam hidupnya.

Hingga akhirnya, ia bertemu dengan seorang Pencari Tuhan yang berkata kepadanya: “Untuk menemukan surga di Bumi, kau harus terlebih dahulu membenarkan caramu melihat. Sebelum berpikir atau mencari jawaban atas segala pertanyaan, kau harus lebih dulu bertanya: apakah yang disebut sebagai pikiran? Siapakah kamu?”

Perjalanan panjang yang ditempuhnya sempat membuatnya terjebak dalam nihilisme, namun ia merasakan kerinuduan yang teramat di akhir perjalanannya: “Oh, Keindahan yang Tersembunyi, betapa sebuah kehormatan untuk merasakan ini semua. . Untuk sekadar merindukanMu.”

There’s a strange frenzy in my head,

of birds flying,

each particle circulating on its own

Is the one i love everywhere?

…                     

Listen to the story told by the reed,

of being separated

“Since i was cut from the reedbed,

I have made this crying sound.

Anyone apart from someone he loves

understand what i say

Anyone pulled from a source

longs to go back

-The Essential Rumi

Rumi menyadarkanku. Mengapa aku menangis saat pertama keluar dari rahim bunda? Mengapa aku menjerit sejadi-jadinya padahal aku bebas setelahnya?

Oh, ternyata selama dua puluh tahun ini aku telah terpisah dari Dzat yang membuat segalanya bermula, Dzat yang membuat semua ini memiliki arti.

Oh, betapa kerinduan itu begitu menyiksa, hingga aku terus mencari-Nya, berusaha mengenali-Nya lewat pesan cinta-Nya, berusaha menemukan-Nya dalam kauniyah ayat-Nya. Jatuh bangun. Berusaha menemukan-Nya. Terjebak dalam keraguan, harapan, dan keyakinan sekaligus.

Selama dua puluh tahun terpisah. Ah, apakah kau pernah merasakan kerinduan sebesar itu? Apakah kau ingin segara kembali pulang menuju persinggahan abadi itu?

4

Sementara seorang kawan berucap Selamat Hari Alikta, seorang sahabat yang lain memberikan pesan ini:

Di dunia ini, kehidupan adalah hadiah terindah yang diberikan Allah pada manusia

Melalui kehidupan itu, kita dapat banyak pengalaman

Rintangan, mendidik kita untuk bijaksana

Kesedihan, membuat kita mengerti maknanya bahagia

Kegagalan, mengajarkan kita arti dari sebuah usaha

Di sini kita juga mendapat teman, persaudaraan, pengetahuan.

Tiada kesulitan melainkan di baliknya ada kemudahan

 

Ada dua nikmat dimana banyak orang terjebak padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang Waktu itu relatif, namun panjangnya waktu itu mutlak

Boleh jadi kita merasa 1 jam seperti 1 menit, atau 1 menit seperti 1 jam, namun pada nyatanya 1 jam tetap 1 jam, dan 1 menit tetap 1 menit

Jangan tertipu oleh semunya waktu luang

 

Manfaatkan waktu dengan efisien dan efektif di sisa umur ini

Selamat ulang tahun, Barakallahu fii umrik, Alikta…

 

5

Lima tahun lalu aku lima belas

Lima tahun yang akan datang (jika Allah izinkan) aku dua puluh lima

Lima belas yang memanja, dua puluh lima yang tak lagi muda

Ali ra pernah berkata: Jadilah manusia yang paling baik di sisi Allah. (Tetapi) jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu, (dan) jadilah manusia biasa di hadapan orang lain.

 

Segala puji bagi-Mu atas dua puluh tahun perpisahan makhluk dari Khaliq

Segala puji bagi-Mu atas limpahan cinta dan kasih yang mewujud pada diri makhluk-Mu

Segala puji bagi-Mu

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s