Susahnya bilang TIDAK


Hidup terkadang tak menampakkan kesederhanaanya. Ia begitu ruwet dan kompleks, hampir hampir malah kehilangan titik pusat seluruh garis kehidupan itu bermula.

Baru kemarin aku menghela nafas panjang, mengangkat wajahku dan memandang segala hiruk pikuk yang ada dengan kebahagiaan dan semyum kemenangan. Selesai sudah. Urusan disini telah usai, aku mau membuka lembaran baru di tempat yang baru.

Tapi, sudah kubilang tadi. Hidup tak sesederhana yang kuharap.

Terkadang lelah bila mesti berseteru dengan waktu, dengan rasa pening yang makin mengguncang syaraf dan membuat stimulus yang merangsang otakku untuk berhenti. Berhenti dari rutinitas padat yang kujalani.

Mauku menjalani hidup yang slow but sure, pelan tapi pasti. Tapi, aku sudah terlanjur menceburkan diriku dalam kuali panas dan jika aku tak menyesuaikan diri, aku akan hangus meski tak terbakar.

Begitulah, keputusan telah diambil. Tanggung jawab serta merta langsung di tumpukan di bahu, mau bilang apa lagi? Masa kan membuang amanah yang telah dipercayakan?

Kadang aku heran dengan apa yang kulakukan. Barangkali aku kecanduan. Mungkin sudah di level yang cukup tinggi sampai sampai aku mau mengorbankan waktu, pikiran, dan tenagaku untuk hal hal yang kata sebagian orang tak memberikan balasan apa apa untukku, singkatnya, tak berguna.

Tapi mereka yang berkata begitu sungguh tak mengerti, betapa yang kujalani mampu membuat lega hati bila rampung di kerjakan. Dan rasa itu, begitu berharga untuk kulepas begitu saja.

Kau tahu, banyak hal di dunia ini tak bisa dimengerti.

Seperti juga aku yang masih saja belum mengerti. Mau maunya aku duduk sendiri disini setelah berjalan kaki lama tadi. Apa yang membuatku merasa demikian enggan untuk berkata, TIDAK BISA. Atau, MAAF, aku ada urusan lain. Tanpa berpikir ada berapa hal yang kukorbankan untuk ini, dengan pasti aku melenggang sendiri.
Entahlah, kawan. Jika ini benar ini candu. Maka aku mau mengkonsumsinya tiap detik, tiap menit, tiap masa usia.

Sini, meski tubuhku terasa jenuh di puncaknya, aku masih mau. .

 

by Alikta Hasnah Safitri on Thursday, July 21, 2011 at 12:55pm

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s