(Mungkin) Memang Seharusnya tidak Begitu


tsiqohDalam menyongsong mihwar daulah, ada beberapa hal yang nampak jelas terlihat. Jika pada mihwar sebelumnya ikhwah sangat intens dengan kajian yang berkaitan dengan akidah, ibadah, serta materi-materi lain yang menumbuhkan pemahaman mengenai tandzim, di era setelahnya persoalan yang menyangkut amal siyasi mau tak mau mendapat porsi yang cukup banyak. Dengan catatan, di era sebelumnya amal siyasi memang selalu menyertai setiap aktivitas dakwah. Misal, di mihwar muasasi, gerakan dakwah telah memiliki rakizah siyasiyah, yakni penekanan kerja di bidang politik.

Adalah bukan kapasitas saya berkomentar mengenai berbagai isu yang saat ini berkembang di media massa maupun obrolan ringan di sudut-sudut kampus mengenai hasil Pemilu 2014. Namun, artikel ini (http://polhukam.kompasiana.com/politik/2014/04/14/harusnya-pks-tidak-seperti-itu–647710.html) memang sukses membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Segera saya membuka catatan tasqif saya beberapa tahun silam dan menemukan beberapa catatan menarik.

Memang, sebagai follower, over-reaktif dalam menghadapi isu bukanlah tindakan yang bijak. Mungkin hal tersebut memang bertujuan baik, untuk tabayun, agar yang kita anggap sebagai kebenaran dapat tersampikan. Akan tetapi, kekaburan kader dalam menyampaikan informasi dengan data yang tak valid dan sama sekali tak akurat justru akan memperkeruh isu negatif yang berkembang.

Sayyid Muhammad Nuh sendiri dalam bukunya Terapi Mental Aktivis Harakah pernah mengatakan bahwa tabayun adalah kewajiban qiyadah. Sebagai jundiyah, kita semestinya tidak tergesa-gesa dalam menguatkan suatu pendapat, baik dengan over-reaktif men-share-kannya secara terus menerus maupun memberi komentar-komentar yang berdasar dari asumsi pribadi. Mengutip Ust Eko Novianto dalam bukunya, Dakwah dan Manajemen Isu: “..tabayun, keterbukaan, ketepatan respon qiyadah, kajian kebijakan, dan integritas struktur dakwah bukanlah tugas kita sebagai individu, akan tetapi merupakan tugas struktur dakwah.”

Hal tersebut seharusnya akan ditaati dan dilakukan secara bijak oleh mereka yang memahami konsekuensi dari menggabungkan diri dalam sebuah harokah Islamiyah. Ust Fathi Yakan dalam bukunya, Komitmen Muslim kepada Harokah Islamiyah menegaskan bahwa seorang mukmin adakalanya tak mengetahui tanda-tanda adanya bahaya (fitnah), sehingga ia tak menyadarinya kecuali itu benar-benar telah terjadi. Oleh karena itu, seorang Mukmin harus berhati-hati dalam berucap, berbuat, dan bersikap agar tidak mendatangkan bencana bagi orang-orang yang beriman.

Perkara ini kembali diingatkan oleh Sayyid Muhammad Abdul Halim Hamid, dalam bukunya Karakteristik dan Perilaku Tarbiyah, beliau berpesan, “Memberikan perhatian kepada perkataan yang buruk dan cepat mengambil keputusan atas isu dan praduga tidak akan menghasilkan apapun kecuali semakin membuat ia durhaka dan menjauh.” Hal ini berlaku baik untuk mereka yang berada dalam internal gerakan dakwah, maupun mereka yang berada di eksternal gerakan, bahkan musuh-musuh dakwah. “Janganlah kita menghancurkan jembatan antara kita dan lainnya, meskipun mereka berbuat jelek dan menjelek-jelekkan.”

Pernah, saya coba ingatkan kawan yang cenderung senang mengumbar data-data yang kurang valid, menyerang rival politik, dan melakukan klarifikasi tak berdasar, namun atas alasan tsiqah pada berita/info yang ia miliki, ia tak gubris yang saya katakan. Lalu, saya pun bertanya-tanya, apa sebenarnya makna dari tsiqah?

Ust Fathi Yakan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tsiqah adalah kepercayaan seorang prajurit akan kemampuan dan keikhlasan komandannya secara mendalam sehingga membuahkan kecintaan, penghargaan, penghormatan, serta ketaatan.

Sayyid Abdul Halim Hamid mengungkapkan bahwa tsiqah adalah ketenangan hati tanpa adanya keragu-raguan. Kebutuhan akan tsiqah menjadi prioritas yang penting saat ini. Lebih lanjut, beliau menerangkan mengenai bentuk-bentuk tsiqah.

Pertama, tsiqah kepada Allah swt. Ketika terjadi perang dengan tentara kebatilan, dan para tentara mendapat desakan keras, maka tsiqah pada kebersamaan Allah dan dukungan serta pertolongan-Nya dapat meringankan kerasnya tekanan yang dihadapi.

Kedua, tsiqah kepada diri sendiri. Tsiqah ini berlandaskan pada keyakinan bahwa segala sesuatunya ia serahkan hanya kepada Allah swt.

Ketiga, tsiqah kepada manhaj (sistem) dengan konsisten selama sistem bersumber dari sumber Islam, diturunkan dari sumber Islam, serta pada substansinya secara keseluruhan dan terperinci.

Keempat, tsiqah kepada kepemimpinan, selama ia memimpin atas sistem kebenaran, memberi contoh dengan komitmen, ketekunan, dan bermujahadah di jalannya.

Kelima, tsiqah kepada prajurit yang merupakan hak tentara atas kewajibannya memberi, berkarya, dan berkorban terhadap pemimpin.

Keenam, tsiqah antar individu asalkan mereka adalah kelompok kaum mukminin yang merupakan ahli agama serta senang menciptakan perdamaian. Akan tetapi, yang perlu diingat bahwa kepercayaan ini kadang dimanfaatkan oleh orang-orang yang munafik dan perekayasanya. Maka dari itu, kehati-hatian dalam mencerna ragam informasi yang disajikan di media merupakan keharusan bagi tiap muslim dimanapun berada.

Saya sadari sepenuhnya kekurangan dan ketidaktahuan saya. Tegurlah untuk meluruskan kekeliruan saya.

Semoga Allah swt mengampuni dan pembaca memaafkan.

5 tanggapan untuk “(Mungkin) Memang Seharusnya tidak Begitu

    1. yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya 🙂 sengaja tidak saya sertakan solusi karena memang saya kurang paham mengenai hal ini, akan lebih baik ada diskusi2 untuk membahasnya..

      Suka

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s