Melukis Mimpi Bersama


Senja ini, kita kembali pada sunyi yang panjang. Berbisik syahdu pada jarak yang membentang antara kau dan aku, jarak yang tak tercipta oleh luas dan dalamnya samudra maupun pesan yang urung terkirim karena gagapnya operator seluler menerjemahkan rasa yang kian membuncah ruah di dada, tapi oleh cita dan mimpi yang melesat jauh dan enggan berkompromi.

 

Sejak awal aku tahu mimpi dan cita yang kau ingin rengkuh begitu jauh dari pengindraan dan harapku. Sejak awal aku tahu akan sulit bagiku untuk menunggumu selesai dari perjalanan panjang yang telah kau mulai dan kau rencanakan jauh sebelumnya (mana berani aku masuk dan mengusik, mana berani aku merusak dan memporakporandakan).

 

Aku berharap, kita bisa saling mengisi dan melengkapi. Aku berharap, kita bisa saling mendukung cita yang kita impikan. Aku tak memintamu untuk memilih antara aku atau mimpi-mimpimu. Aku berharap menjadi bagian dari mimpimu. Aku berharap, bersama kita dapat menulis kembali mimpi-mimpi kita lalu bersama, kita meniti jejak menujunya.

 

Sanggupkah aku? Maukah kamu?

 

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s