Resensi dalam Resensi: Macaisme!  


Macaisme! Hm, Judul yang unik. Saat pertama mendapatkan rekomendasi untuk membaca buku ini dari seorang kawan, saya berusaha melakukan pemenggalan kata yang pas guna menghasilkan pengucapan yang tepat. Maca-is-Me (yang berarti membaca adalah aku), atau Maca-Isme (semacam membaca sebagai sebuah ideologi (?))

Mas Bandung mungkin sengaja memilih judul ini agar pembaca dapat membuat tafsir yang beragam, termasuk saya pribadi yang belum jua yakin maksud dari pemilihan judul Macaisme! ini.

Meskipun demikian, saya rasa, “Buku akan melahirkan buku” adalah kalimat yang cukup tepat menjelaskan persepsi kita pada buku karangan Mas Bandung Mawardi ini. Dengan renyah, Mas Bandung membingkai fragmen-fragmen yang terserak dari puluhan buku yang ia baca menjadi kumpulan resensi yang sarat makna.

Gaya tutur dari ulasan Mas Bandung menyiratkan keluasan cakrawala pengetahuan yang ia langsung gali dari sumber utamanya, buku. Dari persepektifnya atas suatu pembacaan, ia menilai bacaan lainnya, menghubungkan benang merah yang jadi penyambung makna setiap kisah yang tertoreh.

Mulanya, berat bagi saya membaca kumpulan resensi yang disusun random tanpa penataan tulisan sesuai tema dan kategori. Setelah membahas soal sejarah, Mas Bandung mengajak kita membedah persoalan pangan, kemudian tema-tema lain yang makin membuat otak kita panas. Namun, bukannya menyurutkan keinginan untuk membaca, kita akan semakin dilecut dengan gairah untuk membuka halaman demi halaman berikutnya.

Buku ini patut menjadi rujukan kawula muda. Bukan hanya karena buku ini melecut kita untuk lebih giat membaca, tetapi juga menyadarkan kita untuk berhenti mengkotak-kotakkan ilmu pengetahuan dalam spesifikasi tertetentu. Sebab, pengkotak-kotakkan berdasarkan kategori bacaan justru akan semakin melumpuhkan akal dan nalar kita.

Suara yang terdengar akan lenyap, tapi huruf yang tertulis akan menetap. Begitu kata aphorisme Yunani. Begitu juga apa yang Mas Bandung lakukan, ia telah membaca, dan ia mengabadikan apa yang ia baca dalam bacaan lainnya. Lewat buku ini, Mas Bandung telah berkisah. Dan tentu saja, kita berhak menuai hikmah! Selamat membaca!

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s