Iblis dan Miss Prym: Baik dan Jahat dalam Satu Rupa


Bukanlah keinginan patuh pada hukum yang membuat orang berperilaku seperti yang dituntut masyarakat, melainkan rasa takut pada hukuman. Kita masing-masing membawa tiang gantungan dalam diri kita – Chantal, Iblis dan Miss Prym

Setelah sukses membuat saya khusyuk membaca Sang Alkemis, Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis, Aleph, Seperti Sungai yang Mengalir, Gunung Kelima, kini akhirnya selesai jugalah saya membaca Iblis dan Miss Prym karangan Paulo Coelho.

Selama ini, kebaikan senantiasa digambarkan dengan rupa yang lembut dan penuh kasih layaknya malaikat, sedang kejahatan selalu digambarkan dengan rupa culas, bengis, dan jahat sebagaimana penggambaran umum mengenai iblis. Membaca novel ini membuat saya tersadar bahwa kebaikan dan kejahatan tak selalu berwajah serupa itu. Kadangkala, keduanya memiliki wajah yang sama! Mereka yang tampak baik di luar, juga memiliki potensi untuk melakukan kejahatan, pun sebaliknya.

Viscos, desa yang menjadi latar dari cerita ini adalah desa yang indah, para penduduknya dilingkupi kedamaian dan kejujuran. Hingga kemudian, datanglah seorang lelaki yang mengaku bernama Carlos mencoba mencari jawaban untuk membuktikan pertanyaan yang menghantuinya : “Apakah manusia ditakdirkan jahat atau baik?”

Dengan apik, Paulo menggambarkan masa lalu yang melatarbelakangi pencarian Carlos akan kebenaran itu. Dikisahkan pada mulanya ia adalah seorang pengusaha senjata sukses dengan keluarga yang bahagia. Akan tetapi dalam sekejap, semuanya berubah. Isteri dan anaknya dibunuh oleh sekelompok teroris dengan kejam! Sejak saat itulah, Iblis menguasai diri Carlos dan membuatnya percaya bahwa manusia ditakdirkan menjadi jahat.

Ketika Carlos berada di Viscos, bertemulah ia dengan Miss Prym- Chantal, seorang gadis penjaga bar yang mendampingi Carlos menemukan jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya, sekaligus menjadi awal perseteruan antara ‘kebaikan’ dan ‘keburukan dalam dirinya sendiri maupun Carlos.

Pada mulanya, Carlos memprovokasi Chantal agar ia mau menjadi juru bicaranya pada warga desa untuk melakukan pembunuhan dengan imbalan emas-emas batangan untuk memakmurkan desa, hanya untuk memuaskan ambisinya untuk mengetahui bahwa baik itu tidak ada.

Namun, jalinan cerita yang terangkai tak sesederhana itu, segalanya menjadi rumit saat Sang Iblis muncul pada diri Chantal dan berkonflik hebat dengan malaikatnya, keduanya bertarung dengan hebat, masing-masing ingin menjatuhkan dan saling menguasai.

Sang Iblis terus berbisik dengan argumen rasional yang hampir pasti tanpa celah di setiap waktunya, meski kadang Malaikat memenangkan pertarungan, akan tetapi sang Iblis tak pernah kehilangan ide. Begitu pula saat Iblis dalam diri Chantal juga membangunkan Malaikat dalam diri Carlos. Pergumulan konflik yang terjadi antar kedua tokoh ini begitu pelik.

Membaca cerita ini membuat saya kembali terngiang perkataan seorang kakak. Baginya, pertempuran antara baik dan buruk dalam diri seseorang selamanya akan abadi, kecuali dunia kiamat atau orang itu menjemput ajalnya. Yah, kurasa dia benar.

Konflik batin yang dialami Chantal lumrah dialami pula oleh setiap diri manusia, ada pergulatan alot antara iblis dan malaikat dalam hatinya. Lalu, siapakah yang akan menang dalam cerita ini? Malaikat atau Iblis?

Jikalah Iblis menang, maka kemenangannya tak hanya akan menyebar di desa terpencil itu semata, tapi akan melewati seluruh lembah, ngarai, danau, samudera, seluruh jagad raya! 

Saat ini kita kembali dari perang kecil menuju perang yang lebih besar, yakni perang melawan diri sendiri, Sabda Rasulullah usai perang Badar.

Sapanjang usia yang telah terlewati, sudah berapa banyak ‘Baik’ menang dan sudah berapa kali ‘jahat’ berhasil mengoyak dengan beringas? Tanya hatimu..

2 tanggapan untuk “Iblis dan Miss Prym: Baik dan Jahat dalam Satu Rupa

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s