Jelang Tujuh Belas, Sudahkah Kamu Merumuskan Dirimu?


KAMMI masa kini dan masa yang akan datang seharusnya adalah gerakan yang mampu mempertautkan kearifan tradisi lokal keindonesiaan dengan genealogi keislaman yang diadopsi dalam batas-batas tertentu ideologi gerakan transnasional, Ikhwanul Muslimin. Sudah waktunya bagi kita kembali merumuskan konsep keindonesiaan kita sesuai tantangan aktual yang dihadapi bangsa ini.

Perkembangan generasi muda Indonesia di masa awal republik yang sedemikian terbuka dengan gagasan-gagasan kesatuan umat dan mengelaborasikannya dengan semangat nasionalisme telah mengirimkan sinyalemen yang berharga untuk generasi sekarang bahwa bangunan tradisi dapat menjadi pijakan yang cukup kokoh sebagai ladang persemaian gerakan berbasis keagamaan.

Jejak historis ini mestinya memberi pelajaran berharga bagi KAMMI untuk menentukan langkah gerak organisasi ini, untuk hari ini dan hari esok. Dalam konteks ini, pilar ideologi KAMMI yang dalam batas-batas tertentu mengadposi pola gerakan Ikhwanul Muslimin, mestinya tidak kehilangan ruh keindonesiaan dalam konteks sosiologi masyarakatnya.

Dalam upaya menuju kesana, diperlukan komitmen yang kuat dan nyata, yang tentunya diikuti oleh tindakan konkret secara berkelanjutan. Jika KAMMI telah mendeklarasikan diri sebagai wadah perjuangan permanen pencetak para creative minority ini, maka KAMMI harus berdiri dalam tiga kesadaran sekaligus, yakni keislaman, kemahasiswaan, dan keindonesiaan. Tanpa kesadaran ini, akan sangat sulit bagi KAMMI untuk memperbincangkan secara utuh berbagai persoalan-persoalan bangsa, baik mengenai keagamaan, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan lain lain.

Jika sejarah senantiasa digerakkan oleh creative minority, maka orang-orang yang terpanggil sebagai creative minority ini harus segera menempa diri dengan semangat intelektual, keteladanan moral, serta integritas yang tinggi.

Kuntowijoyo, dalam Paradigma Islam, menegaskan bahwa sudah tiba saatnya untuk mempertanyakan peranan umat Islam sebagai agama dan umat Islam sebagai kelompok strategis. Sarekat Islam memulai gerakannya sebagai gerakan borjuis kecil, dan berujung pada gerakan massa sejati. Hal ini terjadi karena SI tak pernah membedakan antara golongan Islam ortodoks dan gerakan Islam sinkretis, dan dengan demikian hal-hal yang berkaitan dengan persoalan religius-kultural tetap terpendam.

Dengan kata lain, sebagai organisasi pergerakan yang menghimpun mahasiswa muslim dalam konteks sosiologis masyarakat Indonesia, KAMMI harus mampu menerjemahkan kesadaran ideologinya dalam bentuk orientasi gerakan yang inklusif, membumi, humanis, dan tentu saja, mengindonesia.

Semoga agenda-agenda yang belakangan marak digagas untuk mempertegas peran keindonesiaan KAMMI bukan hanya agenda ‘pencerahan’ yang bersifat elitis, tetapi juga menjadi sebuah ikhtiar pencerdasan untuk seluruh gerakan mahasiswa pada umumnya yang mengantarkannya pada pemahaman guna melakukan formulasi ulang terhadap model gerakan yang tepat untuk menjawab tantangan zaman.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s