Dr.Jekyll & Mr.Hyde, Baik dan Jahat dalam Satu Rupa


Everyone has got a secret side

A winding path up to a door thats open wide

You think you know me

But I’m changing all the time

(This is Me, Skye Sweetnam)

Malam ini aku mendengarkan lagu yang asyik sekali. This is Me, Skye Sweetnam.  Lirik lagu ini kembali menggerakkan tanganku untuk menulis, dan sekaligus untuk mengingat perjumpaan pertamaku dengan Bang Faqih beberapa waktu lalu.

Bang Faqih sambil lalu berkata bahwa terkadang ia merasa menjadi orang lain yang bukan dirinya, seperti hidupnya diikuti oleh bayang-bayang. Kukatakan padanya bahwa bayang-bayang itu malah mungkin telah menjaganya sampai detik ini.

Karena beberapa hal ini, aku kembali terheran-heran akan hidup yang masih saja menampilkan dualitas dan paradoks yang tak berkesudahan. Tapi, bukan itu saja yang menggerakkan batinku menuliskan catatan ini. Baru sore tadi aku kembali membaca Dr.Jekyll dan Mr. Hyde karya Robert Louis Stevenson. Novel yang pernah kubaca saat masih Sekolah Dasar ini begitu melekat dalam ingatan, bahkan saat aku membacanya kembali sore tadi, aku jadi ingat film Van Helsing dan beberapa novel seram RL Stine.

Dr. Jekyll dalam surat pengakuan yang ia tulis pada kawan baiknya mengatakan bahwa ia “menciptakan” Hyde (dari dalam dirinya) karena sepanjang hidup ia senantiasa meredam keinginan-keinginannya, sehingga di masa tuanya ia sadar bahwa ia telah menjalani kehidupan yang palsu. Lewat serangkaian perenungan, akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa manusia senantiasa terjebak dalam sifat dualisnya yang primitif dan rumit: baik dan jahat hadir dalam satu rupa. Maka, ia pun ingin memisahkan dualitas itu dalam identitas yang terpisah, agar seseorang terbebas dari belenggu aturan yang berlaku, dimana selama ini sisi baik dan buruk senantiasa terikat dan terus berperang satu sama lain.

Penelitian yang ia lakukan membuahkan hasil. Ia mampu membuat ramuan yang mengubah jiwa dan fisiknya menjadi pribadi yang lain sama sekali namun merupakan bagian tak terpisahkan dari dirinya. Ia menghidupkan pribadi yang selama ini terbelenggu dalam dirinya, menjadi budak dari sisi gelap jiwanya. Namun, sosok lain yang telah berhasil ia ciptakan ternyata berubah jadi sosok ‘monster’ yang mengerikan. Tak seorang pun yang bisa mendekati dirinya tanpa merasa kesal dan sebal. Ini karena, pada dasarnya semua manusia memiliki baik dan buruk dalam satu rupa, tapi Hyde (pribadi yang Dr.Jekyll ciptakan) adalah satu-satunya manusia yang  sempurna hanya memiliki satu rupa: kejahatan.

Lama kelamaan, Hyde ingin menguasai identitas dalam kedua pribadi itu dengan memisahkan Dr.Jekyll dari wajah dan sosok sejatinya. Ia berhasil melakukanya. Namun, Hyde pun terpaksa  harus mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri daripada mempertanggung jawabkan kejahatan yang telah dilakukannya.

Karena lagu, ingatan akan obrolan, sampai novel lawas ini, aku kembali mempertanyakan tentang “jalan lurus” yang terus membayang dalam doa-doa yang ku panjatkan. Ah, pribadi kita sebagai manusia begitu rumit. Tak akan pernah terpahami secara utuh dan sempurna, meskipun lewat lagu, obrolan, dan cerita lawas.

Tak ada satu pun hal yang mampu mengantarkan kita pada pemahaman akan kesejatian diri yang tunggal tanpa dualitas.  Paradoks yang melekat dalam diri adalah keniscayaan. Kita tak akan pernah menemukan diri kita berdiri pada satu titik, ketika kita tidak memiliki perspektif yang melihat diri dari titik yang lain.

Kita harus menerima dualitas itu, sembari terus memohon pada Tuhan yang Maha membolak-balikan hati untuk senatiasa menuntun kita condong pada fitrahnya yang sejati: Menuju-Nya..

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s