Pelajaran 1: Ikhlas


Jelang akhir kepengurusan KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi periode ini, aku ingin menuliskan hal-hal yang ingin ku ingat sebagai pelajaran berharga untukku di kemudian hari. Toh, tahun besok aku masih tetap berada di kepengurusan ini. Semoga kamu selalu ingat, Alikta..

PELAJARAN 1

IKHLAS

Saat pertama kali aku menerima amanah sebagai sekretaris bidang Medkominfo di KAMMI Shoyyub UNS periode ini, aku berpikir segala sesuatunya akan berjalan baik, atau setidaknya cukup, minimal tidak terlalu buruk. Namun, hanya dalam waktu tiga bulan sejak pelantikan, kondisi bidangku justru semakin buruk. Hampir semua yang kurencanakan tak berjalan sesuai yang ku mau.

Aku bertanya, “Apa yang harus kulakukan?”

Segala macam strategi terlintas di kepalaku, hanya dua yang tertinggal: bekerja lebih keras atau melarikan diri. Aku sungguh-sungguh berpikir akan melarikan diri, tapi tangan Tuhan begitu kuat memaksaku bertahan.

Kembali, aku bertanya, “Apa yang harus kulakukan?”

Menemukan seseorang untuk disalahkan adalah hal pertama yang akan kulakukan. Begitu pikirku.

Kemudian, dalam banyak kesempatan, aku mulai sering menyalahkan diriku sendiri. Aku rasa, akan lebih baik jika orang lain yang mengampu posisi ini. Hanya saja, memang tak ada seorang pun yang dapat disalahkan. Tidak peduli apapun alasan yang ku buat, tak akan pernah ada jaminan bahwa KAMMI akan lebih baik bila dilakukan oleh orang-orang selain kami, selain aku. Ini bukan perkara congkak atau sombong, tapi sekali lagi, aku harus bertanggung jawab atas ikrar yang telah kuucap sejak pelantikan. Dan, sejujurnya, ucapan itu membuatku lebih kuat.

Padamu, Alikta, aku ingin katakan hal-hal yang harus kau lakukan di masa mendatang:

1. Pahamilah bahwa kesulitan adalah bagian dari jalan kita. Ia adalah suatu tanda bahwa ada hikmah dan pelajaran yang dapat kita petik dari suatu perjalanan.

2. Belajarlah untuk tidak menyalahkan orang lain, diri sendiri, lembaga, atau bahkan kondisi dan situasi yang menyertainya.

Sungguh, hal yang kau butukan adalah perubahan mendasar pada orientasi perjuanganmu. Belajarlah untuk ikhlas pada semua kesulitan, kesakitan, dan kekecewaan yang kau rasa untuk membuka ruang penerimaan.

Ikhlas.. Ikhlaskan..

2 tanggapan untuk “Pelajaran 1: Ikhlas

  1. Semangat berjuang terus buat mbak Alikta !! 😀 Kesedian dan keikhlasan merupakan pondasi awal untuk menjalankan amanah yang diberikan, semoga selalu diberi kekuatan untuk menjalankannya.

    Suka

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s