Pelajaran 2: Berani


Lanjutan pelajaran 1 (Ikhlas)

PELAJARAN 2

BERANI

Meskipun sebelumnya telah ku katakan untuk tak pernah menyalahkan personal, lembaga, bahkan keadaan, kenyataannya aku pernah melakukan hal-hal tersebut. Selain menyalahkan diriku sendiri, aku juga menyalahkan orang lain. Tak hanya sekali aku melakukan kritik terbuka terhadap kebijakan yang diambil ketua umum. Meskipun aku tahu itu bukanlah hal yang bijak. Namun, aku bersikeras berasumsi bahwa yang ku lakukan adalah hal yang tepat. Tentang kebenaran, biar aku yang mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Tentang etika, biarkan aku mempertanggungjawabkan di hadapan manusia.

Proses memantapkan keikhlasan ternyata begitu lambat dan tersendat. Resistensi muncul berulang dengan pola yang berbeda. Lantas, rasa ogah-ogahan itu pun menerpa. Perjuangan berada di persimpangan antara “ya” dan “tidak”. Antara memberikan segala daya upaya, atau menyimpannya demi kenyamanan pribadi.

Momen-momen itu membuatku merasa kewalahan. Aku semakin yakin bahwa diriku begitu lemah, pecundang, dan tidak berdaya. Masalah yang paling mendasar bagi diriku pribadi adalah ketakutan menghadapi masalah itu sendiri. Dalam banyak hal, aku tidak ingin membuat terobosan-terobosan di luar kebiasaan karena aku bertahan pada keyakinan untuk tetap berjalan dalam zona aman. Namun, pola bertahan ini ternyata bukanlah hal yang tepat. Baru ku sadari, yang kulakukan selama ini adalah mengabadikan kejumudan. Dan ya, seperti yang kalian lihat, aku melakukannya dengan sangat sangat baik.

Padamu, Alikta, aku ingin katakan hal-hal yang harus kau lakukan di masa mendatang:

1. Beranilah menghadapi ketakutan-ketakutanmu dan katakanlah “Ya” dengan mantap untuk tetap berjuang.

2. Yakinlah bahwa akan selalu ada jawaban untuk segala persoalan. Mungkin bukan hari ini, mungkin bukan tahun depan, mungkin juga bertahun-tahun di masa mendatang. Yakinlah, satu langkah kakimu hari ini akan menjadi awal untuk satu perbaikan yang prosesnya berkelanjutan.

Berani. Beranilah..

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s