Madrasah KAMMI: Belajar dari Dinamika Berorganisasi


Dinamika merupakan keniscayaan dalam kehidupan. Sejarah telah menuturkan pada kita betapa dinamika senantiasa hadir berkelindan dalam ribuan sulur yang saling berkaitan satu sama lain. Yang dapat kita lakukan hari ini adalah menarik hikmah dan belajar sepenuhnya dari proses tersebut.

DINAMIKA KOLEKTIF

1. Lembaga Dakwah Kampus (LDK)

Bicara tentang LDK, mau tak mau nama Imaduddin Abdulrahim akan menjadi rujukan kita dalam mendalami dinamika yang terjadi di corong dakwah kampus yang satu ini. Imaduddin merupakan kader HMI yang juga pernah menjabat sebagai ketua Lembaga Dakwah Himpunan Mahasiswa Islam. Bersama beberapa rekannya, ia merintis terselenggarakannya Latihan Mujahid Dakwah (LMD) yang menjadi corong awal diterapkannya metode Ikhwanul Muslimin berupa konsep usrah sebagai pembinaan keislaman.  Usrah yang digawangi Imaduddin CS ini tak hanya menjadikan pemikiran IM sebagai satu-satunya sumber materi, namun juga ragam tokoh Islam dari banyak kalangan dengan metodologi yang cukup cair. Model ini kemudian diterapkan di banyak universitas sekuler lainnya.

Dalam perkembangannya, ketika generasi perintis usroh ini mulai mengalami kemandegan, beberapa tokoh alumni Timur Tengah mulai menyebarkan ideologi Ikhwanul Muslimin secara masif, termasuk dengan membentuk kurikulum Tarbiyah yang diajarkan secara sistematis. Saat gerakan Tarbiyah mulai menyebar di berbagai universitas, muncullah gerakan Hizbut Tahrir di Indonesia yang juga menargetkan mahasiswa sebagai sasaran kaderisasinya. Ismail Yusanto, Ketua FSLDK pertama menjadi anggota HT. Sejak saat itu, FSLDK pun berada dalam pusaran konflik karena perbedaan paham antara golongan Tarbiyah yang merupakan mayoritas dengan HT yang masih minoritas.

2. Aksi Mahasiswa

Baru-baru ini, mahasiswa dari berbagai kampus melakukan aksi massa guna melancarkan kritik pada pemerintah. Banyak kalangan yang simpatik dengan aksi ini, namun tak sedikit yang mencercanya, termasuk kalangan mahasiswa sendiri.

Salah satu dari mereka yang mencerca aksi ini berpendapat bahwa kegelisahan rakyat belum timbul. Rakyat masih bisa toleran dengan kebijakan pemerintah selama enam bulan pemerintahan ini. Ketika rakyat mulai gelisah, barulah mahasiswa bisa ambil bagian untuk turun ke jalan. Mereka yang simpatik dengan aksi ini pun mulai saling tuding dan salahkan strategi sejak 17 perwakilan BEM menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Jokowi.  Baiknya (mengutip Edward Said) kita mesti sadar bahwa tugas seorang intelektual adalah menyatakan yang benar kepada penguasa. Maka, jangan sampai kita mudah dikooptasi oleh pemerintah. Lebih lanjut, lebih dari sekadar mengkritik kebijakan pemerintah, kita pun harus selalu sadar dengan tugas kita agar tak pernah membiarkan kebenaran diselewengkan.

DINAMIKA PERSONAL

1. Pribadi yang Selalu Berkembang, Belajar dari Nurcholis Madjid

Pada hakikatnya, dinamika tak hanya terjadi secara kolektif dalam organisasi ataupun jama’ah. Sebagai pribadi yang senantiasa berkembang, kita pun tak akan pernah lepas dari dinamika yang akan berlangsung terus menerus dalam diri kita hingga maut menjemput. Nurcholis Madjid adalah sosok yang  perjalanan hidupnya patut kita renungkan. Saat muda dan menjabat sebagai ketua umum PB HMI ia digadang-gadang sebagai Natsir Muda karena selalu membela aspirasi politik umat Islam. Namun, sejak ia melakukan lawatan ke Amerika, ia mengalami lompatan pemikiran yang cukup hebat dengan menyuarakan keharusan pembaruan Umat Islam yang liberal. Meskipun agenda-agenda kaum liberal telah dilancarkan jauh sebelumnya, namun gagasan NM ini diakui menjadi ledakan menjamurnya perdebatan liberalisme dalam gerakan Islam di tahun-tahun setelahnya.

Sosok NM ini akan banyak kita temui dalam keseharian kita, bahkan mungkin diri kita sendiri. Patutnya, kita selalu ingat bahwa menjaga diri untuk istiqomah di jalan dakwah bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila lembaga tempat kita beramanah hanya menjadi EO yang justru kering dengan nilai-nilai keislaman guna menyadarikan kita sebagai pribadi untuk menjaga hubungan kita dengan Alloh SWT maupun dengan sesama manusia.

2. Model komunikasi Personal  Senior-Junior, Belajar dari Muhammad Abduh

Sosok Muhammad Abduh merupakan sosok yang cukup kontroversial. Ia dikenal sebagai pribadi yang selalu menempatkan dirinya dalam dua kutub ekstrem yang berlainan. Di satu sisi, ia dianggap sebagai seorang alim yang menganjurkan purifikasi Islam, namun disisi lain ia juga merupakan intelektual modernis yang liberal. Tak heran, di kemudian hari kita akan mengenal para muridnya terpecah dalam dua kutub ekstrem yang berlainan. Muhammad Rasyid Ridha, Hasan al Banna, dan Sayyid Qutb merupakan murid Abduh yang terkenal dengan gagasan purifikasi Islam. Di kutub yang lain, kita mengenal Thaha Husein dan Hassan Hanafi yang cenderung ‘liberal’.

Bagaimana Abduh membangun pola komunikasi dengan para muridnya merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Dalam berorganisasi, kita tak hanya dihadapkan pada mereka yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan kita. Kita pun akan berjumpa dengan mereka yang secara ekstrem membenci kehadiran kita. Tentu, kita tak dapat memaksakan kehendak kita. Belajar menjadi pribadi yang bijak adalah keniscayaan yang tak dapat ditawar.

Menyikapi Dinamika dalam Berorganisasi

Pada hakikatnya, organisasi merupakan wadah bagi kita sebagai pribadi untuk belajar menjadi manusia yang utuh, manusia yang paham hakikat penciptaannya untuk beribadah sekaligus beramal shalih. Meskipun terkadang pahit, kita harus mafhum bahwa dinamika dalam berorganisasi adalah keniscayaan. Maka, yang dapat kita lakukan adalah memberikan hak saudara kita untuk mendapatkan nasehat dengan selalu bersikap kritis, juga senantiasa membuka lebar kran komunikasi agar tidak ada salah paham yang bisa mematikan silaturrahim.

Hasil Diskusi dari Laras (FH UNS 2014), Hanna (FSSR 2014), Alikta (FKIP 2011)

NB. Karena berupa rangkuman, yang dituliskan disini tentulah belum utuh. Luangkanlah ngobrol bersama kami untuk berbincang hal-hal yang (semoga saja) bermanfaat. Akhirul kalam, astaghfirullahhal’adziim.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s