Bagaimana mungkin kamu terus membela mereka setelah apa yang mereka perbuat padamu? Aku tahu kamu bodoh, tapi kukira kamu masih punya otak, Al. Begitu kata Joseph bertahun-tahun lalu.

Kalau boleh aku membenci, benciku pasti sudah membeku dan tak bisa cair lagi.

Kalau boleh aku marah, marahku pasti sudah membakar persahabatan yang mereka sebut ukhuwah sejak lama.

Tapi, biarpun boleh.. Biarpun aku inginkan itu dengan teramat.. Lantas, untuk apakah semua itu? Pembenaran atas tindakanku? Cukupkah benci dan marah jadi obat hati yang luka?

Tidak. Tak akan pernah bisa. Hanya kebajikan tanpa putus yang mampu menjadi penawar duka. Hanya keikhlasan sajalah yang mampu mengobati luka.

Posted from WordPress for Android

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s