2 tanggapan untuk “

  1. salam. mbak alikta punya kegelisahan yang sama, bahwa energi guru demikian besar untuk “admisi mengajar” sampai2 energi untuk berkreasi, kontemplasi, mencari cara-cara baru memahami “bagaimana murid-murid belajar” agar tujuan kita tercapai…..menjadi sirna ? mohon komentar mbak Alikta…..atau mungkin punya kiat ?

    Suka

  2. salam. mbak alikta punya kegelisahan yang sama, bahwa energi guru demikian besar untuk “admisi mengajar” sampai2 energi untuk berkreasi, kontemplasi, mencari cara-cara baru memahami “bagaimana murid-murid belajar” agar tujuan kita tercapai ? mohon komentar mbak Alikta…..atau mungkin punya kiat ?

    Suka

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s