Saat banyak mata yang mendadak semakin sering mengawasi dengan tatapan curiga, banyak pikiran yang mulai meragukan kesungguhanku untuk terus melangkah di jalan dakwah, banyak wajah yang terpaling bahkan sebelum aku menyapa. Aku hanya berharap dapat menemukan jemari yang senantiasa tak ragu kujabat, senyum yang tulus tanpa syarat apapun.

Teruslah menciptakan senyuman, teruslah menciptakan semangat, dan teruslah merangkai semua kisah. Senyum dan semangat yang melegakan saudara-saudara kita dari hiruk pikuk kampus yang memekakkan dan menjenuhkan. Membebaskan semua beban pada semangat menghargai dan menerima perbedaan sebagai keindahan, sehingga kita terbebas dari hiperealitas orang-orang yang berteriak mencaci maki di luar sana, dan terus beramal shalih (seperti yang kita yakini) dengan senyum, semangat, hingga bahagia dan kelegaan itu akan mengalir menjadi sungai-sungai yang merangkai cerita manis untuk generasi mendatang.

The society constructs what is good and what is bad.

Padahal yang mutlak menilai baik buruk hanyalah Allah, bukan penafsiran manusia yang sempit dan terbatas ini. Aku berharap kita selalu bisa menghargai dan menghormati keberagaman. Bukan toleransi malas yang pura-pura menerima ‘keberagaman golongan’ untuk kemudian saling mengabaikan satu sama lain karena sudah cukup merasa puas dengan dirinya sendiri.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s