MEMULAI PERJALANAN


 

Segala puji hanya bagi Allah yang berfirman dalam kitab-Nya,

“Dan salah satu tanda kekuasaan Allah adalah Dia menciptakan untuk kalian jodoh dari diri kalian sendiri agar kalian merasa tenteram dengannya, dan menjadikan cinta dan kasih sayang diantara kalian. Sesungguhnya dalam yang demikian itu terdapat ayat-ayat bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum: 21)

Pernahkah kamu berpikir bahwa akulah jodoh yang telah Allah persiapkan untuk melengkapimu? Pernahkah kamu berpikir bahwa rasa tenteram akan hadir setelah menjadikanku bagian penting dalam kehidupanmu? Jika pun tidak, bukankah sesiapapun ia yang kan melengkapi kamu nantinya tentunya merupakan jodoh yang telah Allah tuliskan dalam garis takdirmu. Dan bila memang akulah orangnya, maka itu hanyalah bagian dari rencana-Nya, takdir yang harus kita jalani dengan sepenuh-penuh penerimaan, setulus-tulus penghayatan, dan semurni-murni keimanan.

Allah telah anugrahkan perasaan kecenderungan dalam hati kita sehingga terwujudlah perasaan tenang dan tenteram dalam kebersamaan yang kelak akan kita bina. Dia telah mengatur keindahan hubungan itu dalam suatu ikrar sakral bernama pernikahan. Ikrar yang membawa konsekuensi untuk memikul hak dan kewajiban bersama. Ikrar yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam merawat cinta. Cinta yang tak hanya menjadi kebutuhan mendasar seorang manusia, tetapi cinta yang dapat menjadi sebagai pondasi awal dalam membina sebuah keluarga.

Pernikahan adalah pertautan satu jiwa dengan jiwa yang lain, yang berjumpa dalam kebahagiaan untuk bersama membangun rumah penerimaan dan kesetiaan. Hakikat dan makna hidup berada pada jalinan cinta dan kasih menuju pada pendewasaan dan kematangan jiwa menapaki jalan-jalan masa depan.

Aku tak tahu darimana kita akan memulai perjalanan panjang ini. Akan tetapi, melandaskan ikrar atas dasar cinta dalam bingkai keimanan kiranya merupakan satu-satunya pilihan. Aku tak bisa menjanjikan banyak hal, sebab aku tahu perjalanan kita ke depan tentu bukan hal yang mudah. Kita yang masih begitu muda akan menghadapi dunia yang telah menua dengan segala rintangannya. Kita yang masih belia memilih berjalan bersama dalam mengarungi kehidupan dengan segala dinamikanya. Kita yang baru saja belajar mengenal satu sama lain harus menentukan kemana bahtera ini akan menuju.

Ini tak semudah berkata, “Ini perjalananku, ini petualanganku.” Langkah kita harus beriringan satu sama lain, saling berdampingan dan menguatkan satu sama lain. Tak boleh lagi ada ego yang membara. Sudahi semua aku, segala kamu, lalu menumbuhkan kita dalam asa, kita dalam harap.

Saat kau dan aku menjadi kita, saat mimpiku menjadi mimpimu jua, saat kau menemukanku dalam mimpimu dan aku menjadikanmu bagian dari mimpiku, kita sejatinya tengah membangun jembatan  untuk sampai pada satu pemahaman yang utuh tentang penerimaan.

Sejak hari saat kamu datang dan mengajakku menempuh perjalanan ini bersama, kamu telah lebih dahulu menghidupkan ruang penerimaan dalam hatimu. Untuk menerima semua lebih dan kurangku, seutuhnya aku, tanpa syarat apapun. Dan, tentu saja aku melakukan hal yang sama. Menerima segala kamu, sepenuh kamu, seutuhnya kamu.

Aku yakin, ruang penerimaan itulah yang akan membuat kita lebih lapang menatap masa depan. Ruang yang akan membuat kita belajar menjadi pribadi dewasa yang matang dan bertanggung jawab.

Entah apa yang mungkin akan terjadi pada kita esok, lusa, atau hari-hari setelahnya, tetapi aku yakin, bahwa saat waktu membawa kita menua dalam pusarannya, kita akan demikian bersyukur atas keputusan yang kita buat saat ini.

Semoga Allah selalu menuntun kita dalam cinta-Nya. Cinta yang memberi kita kekuatan untuk melepaskan diri dari segala prasangka, curiga, keraguan, dan ketakutan. Cinta yang membuat kita semakin dekat pada-Nya, menguatkan kita dalam menjalani tugas hidup sebagai manusia: beribadah pada-Nya.

Maha besar Allah yang telah menciptakan pasangan hidup sebagai tempat bersandar dan menjadikan hubungan antar keduanya sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s