Hari di Maitara


Mas, pagi sudah datang. Sayup ku dengar ayam berkokok, sementara di kejauhan suara perahu bermotor memecah sunyi lautan antara Maitara dan Ternate. Ku buka mataku, berucap syukur pada Tuhan atas segala, berdoa semoga nikmat sehat pun selalu Dia curahkan padamu.

Mas, aku tak pernah tahu bahwa merindukan seseorang akan bisa melahirkan anak sungai yang mengalir di pelupuk mata, sederas ini.

Setiap siang, badanku selalu bermandikan keringat. Makin gosong. Tapi, siang selalu lebih menenangkan, Mas. Sebab saat siang datang, aku tahu bahwa aku tak sendirian. Kadang aku bertanya mas, apakah kamu juga rasakan sepi dan takut dalam setiap perjalananmu selama ini?

Hanya saja, selalu ada ketenangan yang hadir saat pesanmu datang. Ya. Dari beberapa pesan yang kamu kirimkan, aku tahu bahwa curahan semangat dan doamu tak pernah usai kau berikan.

Mas, aku tak pernah tahu bahwa cinta akan dapat melahirkan ketentraman senyaman ini.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s