Sekolah Kehidupan


Maitara, selain menyuguhkan pesona alam yang menakjubkan juga mengajarkan arti kesungguhan perjuangan. Perjuangan yang tak hanya dimiliki orang dewasa dengan bekerja menantang gelombang, tetapi juga bagi para kanak-kanak yang selalu haus ilmu pengetahuan.

Di pulau kecil ini, jumlah sekolah amat terbatas. Pun, tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Namun, hal itu tak membuat langkah mereka surut, nyali mereka ciut, dan semangat merasa luruh. Mereka terus berpacu melawan keterbatasan demi menggenggam cita yang mereka sematkan dalam angan.

Menakjubkan bahwa saya menjadi saksi dari perjuangan yang mereka lakukan. Mendebarkan bahwa setiap detik waktu yang saya habiskan di pulau ini juga telah mendidik saya untuk belajar. Bahkan, mungkin lebih banyak dari apa yang bisa saya berikan untuk mereka.

Jika pendidikan adalah proses memanusiakan manusia. Sejatinya, saya telah belajar untuk menjadi manusia utuh dengan menempatkan diri diantara mereka, warga Pulau Maitara. Tak ada yang lebih pintar dari yang lain. Tak ada yang lebih hebat dari yang lain.

Kami bisa merancang desain sebuah bangunan, menentukan berapa banyak yang dibutuhkan. Tapi pada akhirnya, mereka yang mengajarkan pada kami bagaimana mengeksekusi konsep tersebut. Kami bisa membuat serangkaian program yang melambung, tetapi mereka pula yang membuat kami kembali menjejak bumi dengan segala kearifan dan kebijaksanaannya.

Sekolah, sekali lagi, bukan sekedar bangunan kokoh dengan kelas berpetak dan jajaran bangku yang tersusun rapi. Semua tempat bisa menjadi sekolah. Bagi masyarakat Pulau Maitara, semua tempat adalah ruang untuk belajar. Laut adalah sekolah. Hutan adalah sekolah.

Guru, bukan hanya mereka yang telah mengenyam bangku kuliah dan berdiri di depan kelas sembari menuliskan materi di papan tulis. Guru menjadi guru karena ada murid, dan sebaliknya, murid menjadi murid karena ada guru. Tetapi, semua orang bisa mengajar, dan setiap orang bisa belajar dari orang lain tanpa batasan kaku mengenai siapa yang menjadi murid dan siapa yang menjadi guru.

Setiap orang adalah guru. Mereka telah menjadi guru bagi kami tanpa pernah mereka sadari. Mereka telah mengajarkan arti kerja keras, perjuangan, kemandirian, konsistensi, serta komitmen untuk bergerak tanpa ragu, berjuang tanpa pamrih. Mereka mengajarkan arti keikhlasan tanpa menggurui, untuk memberi sebanyak-banyaknya tanpa pernah mengharapkannya kembali. Keikhlasan yang kian mahal untuk kita jumpai di dunia yang keras ini.

 Setiap detik yang saya lalui di pulau ini merupakan proses belajar. Proses yang membuat kami mengenal diri kami sebagai persona sekaligus bagian kolektif masyarakat. Bersama mereka, kami menemukan arti kehidupan. Bersama mereka kami tumbuh dewasa menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Bagi saya, ruang ini menjadi sekolah yang mengajarkan saya arti kehidupan. Hidup yang harus diperjuangkan, dan dimenangkan.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s