MBAH NATSIR


 

Nduk, apa yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat Mama teringat pada sosok Mbah kita, Mbah Mohammad Natsir. Beliau adalah seorang intelektual Islam, ulama, pendidik, sekaligus seorang politikus. Beliau sangat intens mengkaji dan menggaungkan gagasan mengenai persatuan agama dengan negara. Mbah Natsir meyakini, bahwa hanya dalam naungan Al-Qur’an, Pancasila akan hidup dengan subur. Pun, beliau meyakini bahwa dengan dasar negara Pancasila, kehidupan umat Islam akan terpenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang beragama Islam.

IMG_20170318_184957

Namun, upaya beliau mempertemukan gagasan Islam-Pancasila ini mengalami titik jenuhnya ketika Pancasila kemudian diterjemahkan sebagai sistem sekuler. Atas dasar itu, Beliau menyuarakan gagasan mengenai sila pertama sebagai fundamen dasar sila-sila lainnya. Bahkan, beliau menyampaikan bahwa harusnya dasar negara Indonesia berganti menjadi Islam. Meskipun, pada akhirnya usul ini ditolak oleh Majelis Konstituante pada saat itu.

Jadi, Natsir seorang konservatif? Tidak. Pemikirannya sangat moderat. Beliau meramu asas-asas Islam dalam sebuah negara modern dengan pendekatan yang amat realistis. Misal, tentang keyakinannya bahwa prinsip syura dapat diwujudkan melalui parlemen dengan sistem multi partai.

Gagasan Mbah Natsir boleh kalah. Partai Masyumi yang ia hidupi, boleh dibubarkan. Ia yang disangkakan terlibat PRRI, boleh dilibas karir politiknya. Tapi, gagasannya terus berkembang, diwariskan, memiliki tempat dalam benak para intelektual muslim sesudahnya.

Ini bukan soal kalah atau menang, Nduk. Tapi, ini pelajaran buat kita semua. Bahwa pembubaran dan pemboikotan tak pernah mematikan ide.

Ide akan hidup. Melebihi usia manusia penggagasnya.

Sebenci apapun kita pada sebuah ide, jangan memberangusnya dari pikiran. Sebab, memberangus ide tak akan membuatnya mati. Kita sendiri justru yang sedang meracun diri.

Aku membuka ruang kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri setiap waktu, karena itu, tinggalkanlah jejak dengan memberi komentar. Terimakasih :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s