Barisan Sakit Hati


Purbalingga, 27 Januari 2014 Membuktikan diri terbuka, bukankah dengan mengatakan bahwa diri sudah tidak tertutup, tapi dengan kata dan karya yang menunjukkan dan mengesankan keterbukaan kita. –Ahmad Wahib Di era kini, banyak orang yang akui diri sebagai golongan moderat yang secara substansial menerima keberagaman sebagai fitrah individu. Faktanya, tutur tak selalu sejalan dengan laku. Mereka … Lanjutkan membaca Barisan Sakit Hati

Rindu Apresiasi


Purbalingga, 26 Januari 2014 Sebetulnya dengan menulis di blog, saya merasa kebebasan saya terpasung. Mengapa? Pertama, saya tidak bisa menuliskan dengan terang tokoh-tokoh dalam tulisan saya, itulah mengapa harus ada nama Alfa, Kembara, Joseph, dan Kenzi. Kedua, saya tidak bisa menggambarkan kejengkelan saya dengan bahasa kasar yang saya kira cukup menyenangkan untuk dituliskan. Ketiga, demi … Lanjutkan membaca Rindu Apresiasi

Mengubah Sudut Pandang


Purbalingga, 25 Januari 2014 Soe Hok Gie pernah bertanya pada sahabatnya, “Apakah orang tak boleh mengubah-ubah pendapat seperti kaum sophis di Yunani dulu?” Sebetulnya, aku (biasanya saya) pun ingin mengajukan pertanyaan itu pada beberapa kakak, kawan, junior, hingga dosen yang menurutku sering seenaknya sendiri. Rasanya menyebalkan menyadari bahwa mereka selalu mempertahankan argumennya dengan berbagai alasan … Lanjutkan membaca Mengubah Sudut Pandang

Mimbar Pendidikan No.3/XIV/1995


Purbalingga, 24 januari 2014 Selama tiga hari terakhir ini saya membaca jurnal pendidikan (Mimbar Pendidikan No.3/XIV/1995) dengan diselingi novel dan teenlit yang saya baca ulang (Mutiara di Kota Melbourne dan Nggak Matre sih, Tapi..). Agak aneh memang, biasanya orang pasti akan membaca jurnal terbaru, bukannya jurnal yang terbit sewindu lalu macam saya. Tapi saya kira … Lanjutkan membaca Mimbar Pendidikan No.3/XIV/1995

Kawan Juang dari Bumi Perwira


Purbalingga, 20 Januari 2014 Dua hari lalu di Expo Universitas yang diselenggarakan di GOR Mahesa Jenar Purbalingga saya bertemu kawan saya semasa SMA yang saat ini tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam. Dengan bangga, Aga (nama kawan saya) memperlihatkan kartu anggota himpunan yang bertuliskan namanya. Kawan saya yang lain (sebut saja Y) pun mengatakan bahwa ia … Lanjutkan membaca Kawan Juang dari Bumi Perwira